Kenaikan harga rokok untuk lindungi generasi muda agar produktif
Pemerintah tidak ingin jika 30 atau 50 tahun yang akan datang Indonesia memiliki generasi yang sakit-sakitan.
Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indoensia (UI), Anhari Achadi menyebut kenaikan harga rokok bakal berdampak positif. Hal itu bertujuan untuk menyehatkan generasi mendatang.
"Pengendalian konsumsi menaikkan yang menjadi tujuan menyehatkan generasi masa datang. Yang kita tuju masa yang akan datang," kata Anhari dalam diskusi di Cikini, Jakarta, Sabtu (27/8).
Menurut dia, Pemerintah tidak ingin jika 30 atau 50 tahun yang akan datang Indonesia memiliki generasi yang sakit-sakitan. "Kita tidak akan mempunyai generasi yang produktif," ucapnya.
Anhari menuturkan, keuntungan jika penduduk tidak merokok akan menghasilkan sumber daya manusia yang produktif. Lanjutnya, sudah banyak hasil penelitian yang mengungkap jika rokok memberikan efek negatif.
"Bayi dalam kandungan banyak yang cacat. Banyak penyakit karena rokok, stroke, diabetes," imbuhnya.
Anhari menambahkan, dengan kenaikan harga tersebut tindak menjadikan perokok langsung berhenti. Namun, hal ini diwacanakan untuk melindungi generasi muda yang sehat.
Baca juga:
Pemerintah harus pikir nasib petani tembakau bila harga rokok naik
Mesti ada penegakan hukum bagi pedagang yang jual rokok ke anak-anak
Rokok mahal, angka kematian menurun
Sumbang triliunan, harga rokok naik Rp 50 ribu dianggap cuma wacana
'Jangan karena dibiayai asing jadi terdesak naikkan harga rokok'
4 Pejabat ini tolak kenaikan harga rokok