Kementerian Perindustrian Dorong Dekarbonisasi Industri Semen dengan Lima Pilar Strategis
Kementerian Perindustrian mempercepat Dekarbonisasi Industri Semen nasional melalui strategi lima pilar. Langkah ini prioritas utama untuk mencapai netralitas karbon di sektor vital ini.
Kementerian Perindustrian Indonesia mempercepat transformasi industri semen nasional. Langkah ini bertujuan menciptakan sektor yang lebih ramah lingkungan. Strategi dekarbonisasi berbasis lima pilar utama menjadi fokus utama.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari, menyatakan hal ini. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Intercem Asia 2026 di Jakarta pada hari Rabu. Prioritas utama adalah pengurangan emisi sebelum mencapai netralitas karbon.
Industri semen global menghadapi lingkungan bisnis kompleks saat ini. Urbanisasi, dekarbonisasi, dan digitalisasi menjadi tiga pengaruh besar. Indonesia berupaya mengatasi tantangan ini dengan strategi komprehensif.
Lima Pilar Strategi Dekarbonisasi Industri Semen
Emmy Suryandari menjelaskan bahwa lima pilar strategi dekarbonisasi mencakup efisiensi energi dan material. Hal ini dilakukan melalui optimasi proses produksi.
Pilar selanjutnya adalah substitusi bahan bakar dan material. Kementerian mendorong penggunaan biomassa dan hidrogen sebagai alternatif. Peningkatan proses produksi juga menjadi fokus dengan mengadopsi teknologi yang lebih efisien.
Selain itu, elektrifikasi dan penggunaan energi terbarukan juga menjadi bagian penting dari strategi. Sistem berbasis fosil diganti dengan sistem berbasis listrik. Implementasi teknologi penangkapan karbon juga diterapkan untuk memanfaatkan emisi yang dihasilkan.
Sektor semen dan mineral non-logam memiliki peran vital dalam pembangunan infrastruktur. Sektor ini juga mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, serta menstimulasi pertumbuhan manufaktur nasional.
Kontribusi dan Prospek Industri Semen Nasional
Pada tahun 2025, sektor semen mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 6,16 persen. Investasi di sektor ini mencapai Rp25 triliun atau sekitar US$1,45 miliar. Selain itu, ekspor tercatat sebesar US$1,79 miliar dan menciptakan 900.000 lapangan kerja.
Dengan kapasitas terpasang sebesar 121,66 juta ton per tahun, Indonesia telah memantapkan posisinya. Indonesia menjadi salah satu produsen semen terbesar di Asia Tenggara.
Industri semen nasional tidak hanya mampu memenuhi permintaan domestik yang diproyeksikan mencapai 64 juta ton pada tahun 2025. Industri ini juga berhasil mempertahankan momentum ekspor semen dan klinker. Nilai ekspor mencapai US$443 juta, meningkat 18,25 persen secara tahunan. Destinasi ekspor utama meliputi Bangladesh, Australia, Taiwan, Filipina, dan Sri Lanka.
Roadmap dan Pencapaian Dekarbonisasi
Kementerian Perindustrian telah menyiapkan roadmap dekarbonisasi industri semen. Roadmap ini berfungsi sebagai panduan strategis. Tujuannya adalah untuk pengurangan emisi secara bertahap.
Pada baseline tahun 2010, industri semen memiliki faktor klinker 81 persen. Tingkat substitusi termal (TSR) sebesar 3 persen. Emisi spesifik tercatat 724 kg CO2 per ton semen ekuivalen.
Berkat berbagai efisiensi dan langkah inovatif, pencapaian ini telah melampaui target tahun 2025. Faktor klinker berhasil diturunkan menjadi 68,1 persen. TSR meningkat menjadi 12,58 persen. Sementara itu, emisi spesifik turun menjadi 566,3 kg CO2 per ton semen ekuivalen.
Sumber: AntaraNews