Kementerian Ekraf Kumpulkan Penulis Novel Digital, Dorong Perluas Lapangan Kerja
Acara ini merupakan bagian dari program Genmatic (Generasi Melek Teknologi) dari Direktorat Konten Digital Kementerian Ekraf.
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendukung penuh kegiatan Kopdar KBM Medan, pada Workshop Konten Digital Ekraf dengan mengusung tema 'Berpenghasilan dari Menulis Konten di Aplikasi Novel Digital.'
Acara ini merupakan bagian dari program Genmatic (Generasi Melek Teknologi) dari Direktorat Konten Digital Kementerian Ekraf, yang bertujuan meningkatkan kapasitas para kreator konten di era industri kreatif digital.
Meski Medan, Sumatera Utara dan sekitarnya diterpa banjir dan hampir dibatalkannya acara tersebut. Namun, para peserta dari berbagai daerah seperti Deli Serdang, Padang Lawas, Langkat, Tanjung Balai, Labuhan Batu, Karo, Binjai, Petisah, hingga Medan Sunggal tetap datang dengan harus menembus banjir tersebut.
Direktur Konten Digital Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Yuana Rochma Astuti mengatakan, penulis novel digital merupakan kreator konten yang terbukti mampu menciptakan peluang ekonomi baru.
“Para peserta sangat antusias dan tidak menyangka juga yang hadir juga banyak. Kami selalu mengimbau untuk selalu menggali potensi yang ada dan menuangkannya kalau dalam hal ini melalui bentuk tulisan di aplikasi KBM. Sehingga mereka bisa mendapatkan penghasilan maksimal," kata Yuana dalam keterangannya, Senin (1/12).
Dia mengapresiasi dan bangga kepada para penulis yang berhasil membuka lapangan kerja dan menghasilkan pendapatan hingga ratusan miliar rupiah.
"Ada penulis yang bisa menghasilkan miliaran rupiah ya. Tadi diberikan ilmu-ilmu yang spesifik bagaimana cara dan teknis menulis dengan strategi yang baik dan bagaimana mempromosikannya. Itu baru dari ekosistem KBM saja," ujar dia.
Sementara itu, CEO KBM App, Isa Alamsyah menambahkan pentingnya kopdar untuk membangun atmosfer keberhasilan.
“Dengan bertemu langsung penulis yang telah berpenghasilan Rp2 miliar hingga Rp3 miliar, kami berharap para penulis di Medan semakin terpacu mencapai kesuksesan,” ujar Isa.
Acara itu juga diberikan penghargaan kepada penulis yang sudah berada di level terbaik. Tiga penulis berprestasi hadir berbagi strategi sukses, yaitu Bunga BTP, penulis dengan pendapatan tertinggi di KBM dengan penghasilan Rp3,3 miliar. Ia membagikan cara efektif membangun branding dan promosi.
Lalu, Dwi Indra penulis asal Pontianak dengan penghasilan Rp2,5 miliar, memberikan kiat meningkatkan konsistensi dan kualitas tulisan.
Kemudian Ciayo Indah, penulis asal Sumatera Utara berjenjang Emerald dengan pendapatan lebih dari Rp540 juta, memaparkan teknik menulis yang disukai pembaca dan strategi bertahan di industri.
Acara ini juga menyoroti lima penulis Sumatera Utara yang telah mencapai jenjang Platinum (penghasilan di atas Rp100 juta). Mereka berasal dari latar beragam seperti ibu rumah tangga, guru, hingga lulusan SD yang kini berprofesi penuh waktu sebagai penulis.
Kehadiran para penulis inspiratif ini menjadi momentum penting bagi geliat literasi digital di Medan dan diharapkan semakin menyemarakkan semangat menulis di seluruh Indonesia. Dengan adanya semangat tersebut, diharapkan juga dapat meningkatkan pendapatan dan membuka lapangan kerja.