Kemenpar Dorong Pengembangan Wisata Belanja Lokal Berbasis Potensi Daerah
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) aktif mendukung pengembangan wisata belanja lokal yang berfokus pada potensi daerah untuk menarik kunjungan wisatawan dan meningkatkan pergerakan domestik.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) secara aktif mendukung upaya pengembangan layanan wisata belanja yang berbasis pada potensi lokal. Langkah ini bertujuan untuk menarik lebih banyak kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, serta memberikan pengalaman yang lebih mendalam. Konsep wisata belanja ini tidak hanya mencakup pusat perbelanjaan modern, melainkan juga sentra kerajinan, fesyen, produk kreatif, dan kuliner khas daerah.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menegaskan pentingnya konsep wisata belanja yang bersifat experiential atau berbasis pengalaman. Pendekatan ini diharapkan dapat mengangkat kekuatan lokal Indonesia dan menjadikan pengalaman berbelanja lebih berkesan bagi para pengunjung. Visi Kemenpar adalah agar Indonesia tidak hanya dikenal sebagai destinasi alam dan budaya, tetapi juga sebagai tujuan wisata gaya hidup dan pengalaman belanja yang unik.
Pengembangan ini juga berfokus pada momentum strategis seperti libur sekolah, yang berpotensi besar untuk meningkatkan pergerakan wisatawan domestik. Kemenpar mendorong pengelola destinasi wisata untuk menghadirkan layanan terpadu. Ini mencakup belanja, hiburan, dan kegiatan bersama keluarga, guna memaksimalkan potensi kunjungan.
Mendorong Konsep Wisata Belanja Berbasis Pengalaman
Kemenpar berkomitmen untuk mengembangkan layanan wisata belanja yang berlandaskan pada kekayaan potensi lokal Indonesia. Konsep ini dirancang untuk menciptakan pengalaman yang lebih mendalam dan personal bagi wisatawan yang berkunjung. Ni Made Ayu Marthini, Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, secara khusus menyoroti pentingnya pendekatan experiential dalam sektor pariwisata ini.
Layanan wisata belanja yang didorong oleh Kemenpar memiliki cakupan yang luas, melampaui pusat perbelanjaan modern yang konvensional. Ini termasuk sentra kerajinan tangan lokal, produk fesyen khas daerah, berbagai inovasi produk kreatif, hingga kekayaan kuliner tradisional. Inisiatif ini menunjukkan dedikasi Kemenpar untuk mempromosikan dan mengangkat keunikan budaya serta ekonomi kreatif Indonesia.
Dengan visi jangka panjang, Kemenpar berambisi untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi global yang tidak hanya terkenal akan keindahan alam dan warisan budayanya. Lebih jauh, Indonesia diharapkan menjadi tujuan utama bagi wisatawan yang mencari pengalaman gaya hidup dan belanja yang otentik, didukung oleh produk-produk lokal berkualitas.
Momentum Libur Sekolah dan Daya Tarik Keluarga
Libur sekolah diidentifikasi sebagai periode yang sangat strategis untuk mendorong peningkatan sektor pariwisata domestik. Kemenpar menekankan pentingnya bagi pengelola destinasi wisata untuk menawarkan layanan belanja yang terintegrasi dengan beragam fasilitas kegiatan keluarga. Integrasi ini diharapkan mampu menarik minat lebih banyak wisatawan, khususnya keluarga.
Made menjelaskan bahwa destinasi yang mampu menyajikan pengalaman wisata terpadu, meliputi belanja, hiburan, dan aktivitas keluarga, memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan pergerakan wisatawan. Hal ini menjadi krusial mengingat wisatawan domestik saat ini cenderung lebih selektif dalam memilih destinasi dan pengalaman wisata yang sepadan dengan biaya yang dikeluarkan.
Oleh karena itu, paket layanan wisata yang menggabungkan elemen hiburan, kuliner, kesempatan berbelanja produk lokal, dan acara khusus keluarga menjadi solusi efektif. Pendekatan ini memberikan nilai tambah yang signifikan, memenuhi ekspektasi wisatawan yang mencari pengalaman liburan yang lengkap dan berkesan.
Strategi Peningkatan Perjalanan Wisatawan Domestik
Untuk mendukung tujuan peningkatan pariwisata domestik, Kemenpar telah meluncurkan Program BINA Holiday & Back to School 2026. Program ini dirancang untuk menawarkan berbagai promosi belanja menarik, aktivitas keluarga, acara hiburan, serta stimulus mobilitas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan perjalanan wisatawan di dalam negeri selama periode liburan sekolah.
Program ini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati beragam penawaran, termasuk promosi belanja dan paket wisata yang melibatkan pusat-pusat ekonomi kreatif di berbagai daerah. Fokus utama promosi wisata adalah pada layanan belanja yang ramah keluarga, mudah diakses, dan mampu memberikan pengalaman lintas generasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya pertumbuhan positif dalam perjalanan wisatawan Nusantara. Sepanjang Januari hingga April 2026, tercatat 417,06 juta perjalanan, menunjukkan peningkatan sebesar 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data ini menggarisbawahi potensi besar pasar domestik yang terus berkembang dan perlu terus didukung.
Sumber: AntaraNews