Kemenag Perkuat Peran Intelektual Islam Global Indonesia di CIBF Mesir
Partisipasi Indonesia di Cairo International Book Fair (CIBF) ke-57 menjadi langkah strategis Kementerian Agama (Kemenag) untuk memperkuat peran intelektual Islam global serta diplomasi kebudayaan dan keagamaan.
Jakarta, 24 Januari 2026 – Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam percaturan intelektual Islam global melalui partisipasi aktif di ajang Cairo International Book Fair (CIBF) ke-57 di Mesir. Kehadiran delegasi Indonesia dalam pameran buku internasional ini merupakan langkah strategis yang digagas oleh Kementerian Agama (Kemenag) untuk memperluas kontribusi pemikiran Islam moderat dari Nusantara.
Partisipasi ini tidak hanya menandai kembalinya Indonesia setelah absen sekitar 20 tahun, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan historis dan kerja sama strategis antara Indonesia dan Mesir. Pembukaan Paviliun Indonesia pada Rabu (21/1) dipimpin oleh Kuasa Usaha ad Interim (KUAI) KBRI Kairo, M. Zaim A. Nasution, dan dihadiri oleh berbagai pihak penting.
Melalui ajang CIBF 2026, Indonesia tidak hanya memamerkan kekayaan intelektual berupa buku dan produk keilmuan, tetapi juga menampilkan praktik nilai keagamaan yang membumi. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat peran intelektual Islam global Indonesia di mata dunia, sekaligus mempromosikan ekoteologi sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
Diplomasi Kebudayaan dan Penguatan Ekoteologi
Perwakilan Kementerian Agama, Asep Rifqi Abdul Aziz, yang juga Pentashih Mushaf Al-Qur'an pada Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ), menjelaskan bahwa partisipasi Indonesia di CIBF adalah bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas kontribusi dalam diskursus intelektual Islam dunia. "Partisipasi Indonesia dalam CIBF ini merupakan bagian dari upaya pemerintah, terutama Kementerian Agama, untuk memperluas kontribusi Indonesia dalam diskursus intelektual Islam dunia," kata Asep Rifqi Abdul Aziz.
Indonesia tidak hanya menampilkan produk pemikiran, tetapi juga praktik nilai keagamaan yang berorientasi pada kemaslahatan umat. "Yang kami hadirkan bukan hanya produk pemikiran, tetapi juga praktik nilai keagamaan yang berorientasi pada kemaslahatan umat," tambahnya. Keikutsertaan ini juga merupakan bagian dari penguatan ekoteologi di tingkat internasional sebagai implementasi Asta Protas Kementerian Agama.
Ekoteologi menempatkan harmoni antara Tuhan, manusia, dan alam sebagai fondasi pembangunan dunia yang berkelanjutan. "Ekoteologi menempatkan harmoni antara Tuhan, manusia, dan alam sebagai fondasi pembangunan dunia yang berkelanjutan," jelas Asep. Berbagai lembaga strategis turut mendukung keikutsertaan Indonesia, termasuk KBRI Kairo, Ditjen Bimas Islam, Ditjen Pendidikan Islam, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), BAZNAS, Badan Wakaf Indonesia (BWI), LPMQ, Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ), Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), dan LEMKA.
Kebangkitan Peran Indonesia di Forum Internasional
Kuasa Usaha ad Interim KBRI Kairo, M. Zaim A. Nasution, menyoroti pentingnya kehadiran Indonesia di CIBF sebagai bagian dari penguatan diplomasi kebudayaan dan keagamaan. Ia juga melihatnya sebagai ruang dialog dan pertukaran pemikiran intelektual. Zaim mengapresiasi Kementerian Agama atas kembalinya Indonesia pada pameran buku internasional di Mesir setelah sekitar 20 tahun absen.
Partisipasi ini menjadi momentum krusial untuk menegaskan kembali peran Indonesia dalam forum literasi dan intelektual internasional. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan historis Indonesia–Mesir. "Partisipasi ini menandai kebangkitan kembali peran Indonesia dalam forum literasi dan intelektual internasional, sekaligus mempererat hubungan historis, dan kerja sama strategic partnership Indonesia-Mesir," ujar Zaim.
Kehadiran ini juga merupakan bentuk penerjemahan kerja sama strategic partnership yang telah ditandatangani oleh presiden kedua negara pada April 2025 di Kairo. Hal ini menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam membangun jembatan budaya dan intelektual dengan negara-negara di Timur Tengah.
Produk Pemikiran dan Amaliah di Paviliun Indonesia
Paviliun Indonesia resmi dibuka di Cairo International Book Fair 2026 pada Rabu (21/1). Acara pembukaan ini dipimpin oleh KUAI Zaim dan dihadiri oleh pejabat KBRI, perwakilan Kementerian Agama, mahasiswa Indonesia di Mesir, serta pengunjung dari berbagai kalangan.
Paviliun tersebut menampilkan beragam kekayaan intelektual dan budaya Islam Indonesia. Di antaranya adalah manuskrip kuno yang bernilai sejarah tinggi, serta karya-karya ulama Nusantara yang bertema ekoteologi, menunjukkan kekayaan tradisi keilmuan Islam di Indonesia.
Selain itu, berbagai produk mushaf Al-Qur'an hasil produksi UPQ juga turut dipamerkan. Ini merupakan bentuk kontribusi Indonesia dalam pengembangan mushaf Al-Qur'an berkualitas, sekaligus menunjukkan keahlian dan dedikasi dalam pelestarian kitab suci umat Islam.
Sumber: AntaraNews