KDM Mau Vasektomi Jadi Syarat Terima Bansos, Mensos: Ide Baik, Kita Pelajari
"Ya ini kami sedang mempelajari ide itu ya. Jadi semua ketentuannya sedang kita pelajari," kata Mensos.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) berencana membuat kebijakan, agar vasektomi atau KB pria menjadi syarat untuk penerima bantuan sosial masyarakat prasejahtera di wilayahnya.
Dia juga mengusulkan warga yang bersedia vasektomi akan diberi insentif Rp500 ribu.
Menanggapi hal itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengaku, tengah mempelajari usulan tersebut.
"Ya ini kami sedang mempelajari ide itu ya. Jadi semua ketentuannya sedang kita pelajari. Itu sih ide baik gitu ya untuk KB ya, keluarga berencana itu baik juga. Tapi kami masih memerlukan waktu untuk bisa mempelajari," kata Gus Ipul, saat diwawancarai di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/4).
Masih Perlu Dipelajari
Sebab, penyaluran Bansos sudah berjalan dan tak bisa dipaksakan secara tiba-tiba. Sehingga, pihaknya perlu mempelajari lebih mendalam terkait usulan tersebut.
"Karena penyaluran itu ada proses yang harus kita lalui. Tidak bisa terus dipaksa tiba-tiba. Kita tidak bisa begitu jadi kita proses dulu kita pelajari," ujar dia.
Terlebih, Gus Ipul menilai, pintu untuk mensejahterakan rakyat terbuka sangat banyak.
"Saya terus terang masih perlu mempelajari. Salah satunya juga BPJS Kesehatan itu juga bisa. Jadi banyak sih pintu ya untuk mensejahterakan masyarakat, mendorong hadirnya keadilan itu banyak pintu. Jadi saya masih perlu mempelajari," imbuh Gus Ipul.