LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kata wong cilik soal harga bawang putih Rp 80 ribu per kilogram

"Harusnya SBY kayak Jokowi, lebih tegas!"

2013-03-18 08:30:00
Krisis Bawang Putih
Advertisement

Tingginya harga bawang putih di pasaran, yang disebut-sebut sebagai imbas penahanan 394 kontainer berisi bawang putih dari China dan Thailand oleh pihak Bea dan Cukai di terminal peti kemas Tanjung Perak, Surabaya mendapat sorotan.

Masalah kelangkaan dan tingginya harga bawang putih sesungguhnya tidak perlu terjadi di Indonesia. Sebab, Indonesia merupakan negara agraris dan menjadi lumbung hortikultura.

Seperti diketahui, saat ini harga bawang putih terus meroket tajam, hingga mencapai Rp 80-100 ribu per kilogram.

Tingginya harga bawang putih ini pun membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono marah kepada menteri. SBY menjelaskan alasannya marah. Salah satunya karena ketidaksigapan menteri mengatasi persoalan lonjakan harga bawang.

"Saya memang marah kemarin karena bawang merah dan putih ini berhari-hari kurang cepat, kurang konklusif, kurang nyata," ujar SBY di kantor presiden, Jumat (15/3).

Setelah dimarahi presiden, jajaran menteri dan instansi terkait diklaim langsung bekerja menyelesaikan persoalan lonjakan harga bawang yang mulai meresahkan masyarakat.

Wong cilik pun banyak yang mengungkapkan kekecewaan dengan tingginya harga bawang putih. Berikut ini kata wong cilik soal tingginya harga bawang putih yang dihimpun merdeka.com:

Akbar (24) pedagang bawang merah

Stoknya susah, barangnya agak susah distok. Sebulan ini yang tadinya Rp 60.000 jadi Rp 80.000 malahan saya denger dari petaninya sudah Rp 100 ribu. Naiknya perhari Rp 5 ribu. Penyetor nggak tahu juga kok bisa begini. Kalau biasanya bisa beli di pasar induk sampai dua kwintal, sekarang paling sedikit 10 kg, paling banyak 15 kg.

Kalau soal kebijakan Presiden SBY susah juga diomongin, kurang ini banget, kurang terlalu ngontrol inilah. Jadi dia cuek aja gitu, nggak ada pedulinya sama masyarakat tentang kenaikan bawang. Udah hampir sebulan baru muncul, kemarin kemana aja?

Kurang nanggapin. Harusnya lebih tegas ini, dia harus kontrol sendiri dengan harga bawang naiknya ini. Kayak Jokowi yang kita alami, Jokowi langsung datang kesini tanpa didampingi siapapun. Dia pura-pura belanja, langsung dari pihak keamanan ini baru pada datang. Harusnya SBY kayak Jokowi, lebih tegas!

Advertisement

Syahrial (64) pedagang krupuk bawang

SBY kurang gesit aja gitu, masak soal bawang aja bisa gitu, apalagi yang sulit-sulit. Yang ngatur memang menteri, tapi kan tugas dari dia? Kalau dia nggak tugas, ya bawahannya ikutan. Kalau SBY seperti Jokowi ya dipindahin bawahannya yang nggak bagus buat yang lain jadi pelajaran. Jadi mikir-mikir mereka kalau mau malas-malasan.

Advertisement

Lia, ibu rumah tangga

Aduh saya terus terang ya, bawang merah naik ya, pertama saya karena suami pensiunan ya memang susah banget. Pokoknya harus diturunin! Bawang putih, bawang merah, bawang bombay juga naik. Yang di televisi biasanya bilang Rp 48 ribu bawang merah kalau di pasar Tebet Barat mungkin sudah Rp 50 ribu lebih.

Kalau bisa ya itu terutama presiden turun tangan urusin karena kalau urusan perut, ya bapak bisa tahu lah. Turun langsung dong menterinya karena ini permainan eksportir-importir.

Follow upnya setelah presiden ngomong tidak ada. Di arus bawah nggak ada. Kita ibu-ibu pada ngeluh kok, apalagi kalau di sekolah pada ngobrol pasti ngeluh sembako.

Ibu-ibu rumah tangga melihat langsung pejabat sekarang maunnya dihormati. Ya sekarang mending ikut gayanya Pak Jokowi yang memang benar-benar ada actionnya seperti Dahlan Iskan ada actionnya, ada follow up-nya ke masyarakat terasa.
Pejabat mungkin agak gerah ya, tapi masyarakat seneng digituin karena butuh figur sekarang ini, bukan figur yang dihormati yang jam dua langsung main golf. Nggak!

Dita, pemilik cafe

Pertama kali ya sampai Rp 80.000, kaget, ya seharusnya nggak segitu. Malah kan saya lihat di news tv malah nggak tersalurkan, nggak kebeli kan sayang kan, jadi kebuang. Saya nggak tahu pemerintah ngaturnya bisa sampai Rp 80.000. Saya lihat di news numpuk-numpuk. Kayaknya mungkin ya (permainan), nggak tahu lah pemerintah.

SBY kemarin sudah marah-marah sama menterinya, saya nggak tahu, saya juga menanyakan kenapa sampai segitu? Koordinasinya gimana? kok nggak diambil cepat tindakan.

Anita (24), pedagang sayur

Saat ini agak susah mendapatkan bawang merah dan bawang putih. Harga bawang naik per hari mencapai Rp 5.000 dan sekarang? per kilo Rp 80 ribu. Biar nggak kekurangan pasokan bawang, saya jual bawang putih hanya seperempat kilogram saja.

Saya menjual bawang diirit-irit supaya bisa irit modal belanja juga di Pasar Induk, Kramat Jati. Biasanya saya beli bawang di Pasar Induk, Kramat Jati bisa 10 keranjang. Tapi saat ini hanya beli sekitar tujuh sampai delapan keranjang. Para pembeli kadang komplain harga bawang yang benar-benar mencekik masyarakat bawah. Saya harap pemerintah balikin harga bawang seperti semula yakni Rp 15 ribu per kilonya.

Mumuh (22), pedagang bawang goreng

Sejak harga bawang melambung saya jual bawang goreng merah dengan harga Rp 200 ribu/kilo. Awalnya juga jual bawah putih goreng, karena harga bawang sedang tinggi, tak cukup modal kalau harus jual bawang putih goreng.

Sekarang sepi pembeli dan penghasilan merosot semenjak harga bawang melonjak. Biasanya saya jual bawang goreng per bungkus dengan variasi satu kilo dan setengah kilo, kini saya jual bawah merah goreng seperempat kilo demi memutar modal.

Pemerintah kok lambat mbalikin harga bawang ke harga normal. Pemerintah mestinya menindaklanjuti ulah spekulan yang tidak memikirkan para pedagang kecil.
?

Ibu Titik (50), pedagang warung nasi

Jujur saja, saya sering mendapat komplain dari pembeli. Saya sering diprotes pembeli karena ngurangin porsi makanan yang sebelumnya pakai bawang goreng.

Saya setiap hari pusing karena harga bawang yang setiap hari terus naik. Saya suka diprotes pembeli karena yang tadinya nasi uduk dikasih bawang goreng sekarang terpaksa diberi sedikit saja. Saya tidak tega kepada pembeli kalau nggak ngasih? bawang goreng. Ya harus putar otak biar nggak rugi.

Saya sebelumnya beli bawah putih dan merah setengah kilo perharinya sekarang sudah nggak kuat lagi beli bawang dalam jumlah banyak. Saya beli bawang seperempat kilo saja per hari.

Larno (54), pedagang bakso

Susah. Dagangan mulai sepi sejak harga bawang melonjak hingga Rp 80 ribu. Sebelumnya saya beli bawang putih dan merah dengan harga Rp 15 ribu /kilo, sekarang bisa Rp 80 ribu. Setiap harinya saya belanja bawang satu kilogram buat tiga kali pembuatan bakso.

Saya heran gimana bisa setinggi ini. Seumur-umur dagang bakso, baru kali ini bawang mahal seperti ini. Mau naikin harga bakso saya khawatir pelanggan nggak beli. Ya saya mengirit bawang saja buat ngimbangin modal.

Baca juga:
Bawang putih melulu impor, Mentan salahkan minimnya lahan
293 Kontainer bawang putih di Tanjung Perak dilepas hari ini
Harga bawang merah ikut naik, pemerintah pilih urus bawang putih
39 Kontainer dilepas, harga bawang putih di Jakarta mulai turun
'Ada ulah kartel di balik kenaikan harga bawang'
Mentan akui lambat keluarkan izin impor bawang putih
Kadin: Kelangkaan bahan pokok akibat egoisme 4 kementerian

(mdk/tts)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.