Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Ada ulah kartel di balik kenaikan harga bawang'

'Ada ulah kartel di balik kenaikan harga bawang' harga bawang putih naik. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Harga bawang putih dan merah di dalam negeri semakin tak terbendung. Normalnya ada di kisaran Rp 10 ribu/kg, tapi sekarang mencapai Rp 80.000-100.000 per kg. Garda Muda Nasional (GMN) Bandung menduga naiknya diduga ulah kartel.

"Kenaikan harga bahan pangan ini terus melaju tak terkendali dan mengakibatkan nasib para petani dan pedagang semakin terpuruk," kata Kordinator Aksi GMN Mulyana Rahman, di depan Gedung Sate, Bandung, Senin (18/3).

Pihaknya pun menuding bahwa ada permainan kartel importir di dalam negeri. Padahal sebagaimana diatur dalam UU nomor 5 tahun 1999 tentang monopoli, persaingan usaha tidak sehat bahwa kartel dilarang keras karena merugikan rakyat.

"Perdagangan kartel sangat membahayakan nasib bangsa Indonesia, kami menuntut Pemerintah Pusat, Provinsi segera menuntaskan permasalahan ini," katanya.

Dalam aksinya mereka meminta Gubernur untuk menemuinya, dan menjelaskan mengapa Bawang masih tak kunjung stabil. "Kami prihatin dengan kondisi ini," jelasnya.

Mereka yang mengenakan stelan biru mendesak Menteri Pertanian untuk segera menuntaskan persoalan bawang. "Jika tidak bisa menstabilkan lebih baik turun dari jabatannya," terangnya.

"Tangkap para pelaku kartel importir. Bentuk UU anti perdagangan Kartel. Selain itu kami juga meminta untuk meningkatkan subsidi pertanian agar mereka bisa hidup layak," katanya.

Aksi yang dihadiri sekira 50 massa itu mengusung poster penurunan harga bawang. Puluhan kepolisian tampak mengawal jalannya aksi. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP