Harga bawang merah ikut naik, pemerintah pilih urus bawang putih
Merdeka.com - Selain bawang putih, harga bawang merah sejak awal tahun sebetulnya konsisten merangkak naik. Namun, karena bawang putih bertumpu pada impor, maka pemerintah lebih memilih fokus pada komoditas yang sering menjadi bumbu masakan China tersebut.
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyatakan bawang merah bisa juga di atasi dengan skema pasokan impor. Namun tingkat importasinya tidak sebanyak bawang putih yang mencapai 90 persen.
"Tidak ada alasan menerapkan kebijakan yang sama terhadap bawang merah. Untuk bawang merah, kekhawatiran ada tapi tidak sebesar bawang putih," ujar Gita di kantornya, Senin (18/3).
Dari catatan Kemendag, impor bawang merah tahun lalu hanya mencapai 95.000 ton. Itu pun dilakukan dalam siklus tertentu, biasanya pada triwulan pertama ketika sentra bawang seperti Brebes, Jawa Tengah belum panen raya.
Gita menyatakan bulan depan, harga bawang merah diperkirakan turun. Hal ini karena sentra bawang di Brebes dan Cirebon bersiap melakukan panen raya. Bila sudah panen, maka Indonesia malah akan mengekspor komoditas hortikultura itu karena kebutuhan nasional tercukupi. Ekspor biasanya dalam kisaran ratusan ton, terutama ke negara Asia Tenggara. "Ketika panen (bawang merah) nanti kita malah akan menjadi nett exporter," cetusnya.
Berdasarkan pertimbangan itu, penambahan impor untuk komoditas bawang merah belum akan ditempuh. Pemerintah mengakui fokus utama saat ini adalah menurunkan harga bawang putih yang meroket ke variasi kisaran Rp 58.000 hingga Rp 75.000 per kilogram. "Prioritas tiga hari terakhir bawang putih," katanya.
Harga bawang merah di pasaran turut melonjak tiga bulan ini. Produk hortikultura yang juga menjadi bahan bumbu masak itu awalnya dijual rata-rata nasional Rp 25.000-Rp 28.000 per kilogram, kemudian sepekan terakhir naik menjadi Rp 55.000-60.000 per kilogram. (mdk/arr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya