Karyawan RS Moewardi Solo hilang saat arung jeram di Sungai Progo
Perahu yang ditumpangi Mulyono tiba-tiba terbalik saat arung jeram.
Mulyono, salah seorang karyawan RSUD Dr Moewardi Solo hilang setelah perahu arung jeram yang ditumpanginya terbalik di Sungai Progo, Minggu (8/2). Meski Tim SAR sudah melakukan pencarian, pria yang berprofesi sebagai perawat Instalasi Gawat Darurat ini, hingga kini belum juga ditemukan.
Informasi yang dihimpun merdeka.com kejadian nahas tersebut berawal saat puluhan karyawan rumah sakit milik Pemprov Jawa Tengah tersebut usai melaksanakan ujian anastesi. Mereka kemudian menghilangkan penat dengan mengikuti arung jeram di Sungai Progo.
Menurut salah seorang rekan yang satu perahu dengan Mulyono, M Ari Sutejo, ada 6 perahu yang mengangkut peserta yang jumlahnya 30 orang. Salah satunya perahu yang ditumpangi Mulyono bersama 5 rekan yang lain dan seorang pemandu.
"Kami menyusuri Sungai Progo sudah menggunakan perlengkapan rafting seperti helm dan pelampung," ujar Sutejo, saat dihubungi.
Namun saat perjalanan, lanjut Sutejo, perahu yang berada tepat di depannya terbalik. Dua orang penumpang yang terjatuh akhirnya diangkut ke perahu yang dia tumpangi bersama Mulyono.
"Perahu kami isinya menjadi 9 orang. 8 penumpang dan 1 pemandu. Karena 2 penumpang yang sebelumnya terjatuh diangkut ke perahu kami," jelasnya.
Lebih lanjut Sutejo menceritakan, sekitar pukul 11.30 WIB tiba-tiba perahu yang ditumpanginya bersama Mulyono terbalik. Hingga seluruh penumpang terjatuh ke dalam air, 7 penumpang berhasil diselamatkan pemandu.
"Mulyono tidak bisa diselamatkan dan hanyut hilang," katanya.
Sutejo mengaku tidak tahu pasti penyebabnya terbaliknya perahu. Menurut dia, saat ini tim terus melakukan pencarian dengan menyusuri sungai. Dibantu tim SAR, warga dan aparat kepolisian, penyisiran dilakukan di sepanjang Sungai Progo.
Humas RSUD Dr Moewardi Solo, Elisa membenarkan kabar hilangnya Mulyono. Menurut dia, kegiatan arung jeram di luar agenda diklat yang diadakan rumah sakit.
"Kegiatan arung jeram itu hanya refreshing, tidak masuk dalam agenda diklat. Kami masih menunggu penjelasan panitia seperti apa. Sekarang kami fokus ke pencarian dulu," pungkasnya.
Baca juga:
Danny mahasiswa Sastra Arab UI hilang misterius
Hilang selama tiga hari, warga Pulau Kelapa ditemukan lemas
Mahasiswi berlesung pipi hilang selama 12 hari di Rokan Hulu
Nasib tragis Elsa, disiksa & dibuang di Palembang oleh pamannya
Tak hanya disiksa, Elsa juga tak pernah disekolahkan pamannya
Sebelum dibuang, sejak umur 5 tahun Elsa kerap disiksa pamannya