LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kapolri ancam copot anak buah tak becus tangani kartel pangan

Kapolri ancam copot anak buah tak becus tangani kartel pangan. Tito mengatakan, dari hasil rapat koordinasi dengan sejumlah stakeholder persediaan pangan jelang Idul Fitri sudah bisa dipastikan cukup.

2017-05-03 12:25:17
Kartel pangan
Advertisement

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengingatkan jajarannya untuk menindak tegas kartel pangan di daerah. Tito bahkan mengancam bakal mencopot Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) yang tidak berani menindak para kartel yang bermain dengan kesediaan dan harga pangan.

"Direkturnya saya ganti, saya cari yang lebih keras. Kami akan terus mengawasi," kata Tito di Komplek Mabes Polri, Jakarta, Rabu (3/5).

Tito mengatakan, dari hasil rapat koordinasi dengan sejumlah stakeholder persediaan pangan jelang Idul Fitri sudah bisa dipastikan cukup. Menurutnya, yang menjadi persoalan untuk saat ini bukan pada stok melainkan adanya kartel yang bermain-main dalam ketersediaan pangan.

"Persoalan di rantai distribusi, ada spekulan, pemain monopoli. Ini yang terjadi di lapangan," ujar dia.

Dalam rakor itu, turut hadir Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Djarot Kusumayakti dan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha Syarkawi Rauf.

Di hadapan stakeholder, Tito menegaskan tidak akan membiarkan para spekulan dan mafia mengeruk keuntungan dengan menaikkan harga-harga pangan. Untuk itu, Tito telah membentuk Satgas pangan yang dipimpin langsung oleh Irjen Setyo Wasisto.

Bukan hanya di Mabes, Tito mengungkapkan Satgas pun akan dibentuk di tingkat Polda. Satgas akan di pimpin oleh para Dirkrimsus dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan upaya preventif dan penegakan hukum.

Setiap penangkapan, Dirkrimsus pun untuk melakukan publikasi kepada publik. Hal itu dinilai penting untuk dilakukan agara memberi efek jera kepada pihak-pihak yang mencoba bermain dengan ketersediaan pangan.

"Ini dievaluasi tiap dua minggu," pungkas Tito.

Baca juga:
Cegah penimbunan, distributor akan dikenakan wajib lapor stok pangan
Bareskrim bidik perusahaan nakal di kasus kartel harga cabai
Membongkar penyebab mahalnya harga cabai, dari kartel hingga bandar
Presiden Jokowi minta Mendag bikin aplikasi pantau stok pangan
Gandeng KPPU, pemerintah ciptakan persaingan usaha yang sehat
Perketat keamanan pangan, DKI luncurkan mobil laboratorium keliling

Advertisement
(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.