LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kampus Ini Alihkan Skripsi Hingga Disertasi Mahasiswa Garap Tema Covid-19

Tim Pengajar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Vina Salviana mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan kolaborasi penelitian dengan universitas dari luar negeri terkait dampak Covid-19. Baik itu dampak psikologis maupun dampak ekonomi.

2020-04-22 18:00:00
Corona
Advertisement

Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia terus berupaya memberikan kontribusi dalam penanganan Covid-19. Berbagai program pembelajaran di kampus pun diarahkan untuk berfokus juga pada tema-tema seputar Covid-19.

Tim Pengajar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Vina Salviana mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan kolaborasi penelitian dengan universitas dari luar negeri terkait dampak Covid-19. Baik itu dampak psikologis maupun dampak ekonomi.

“Beberapa skripsi mahasiswa itu dialihkan kepada tema-tema yang terkait dengan Covid-19. Karena skripsi ini masih bisa dalam waktu satu semester ke depan itu bisa selesai,” kata dia, dalam RDPU Komisi X dengan Perguruan Tinggi Swasta, Rabu (22/4).

Advertisement

Kemudian tesis mahasiswa S2, baik untuk keperluan tesis internal juga yang diajukan kepada hibah magister itu juga beberapa dialihkan untuk menggarap tema-tema yang dikaitkan dengan Covid-19.

“Disertasi mahasiswa S3 ada satu mengenai bimbingan konseling di era pandemi. Ini beberapa tema yang bisa dialihkan di semester ini,” jelas dia.

Selain itu, pihak kampus juga berupaya menjalankan berbagai kegiatan masyarakat. Hal ini dipandang sebagai langkah penting yang harus dilakukan di tengah pandemi Covid-19. Poin-poin yang dikedepankan dalam pengabdian masyarakat, jelas dia, berkaitan dengan edukasi tentang Covid-19.

Advertisement

“Terutama berkaitan dengan mengubah pola pikir dan semacam kita memberikan literasi kepada masyarakat yang masih sangat kurang paham mengenai pandemi ini. Tapi persoalannya adalah pengabdian masyarakat tidak bisa tatap muka langsung ini yang menjadi persoalan,” ungkapnya.

“Tidak semua juga masyarakat bisa mengakses atau menggunakan media sosial sehingga ini adalah persoalan tersendiri. Tapi pendampingan kepada masyarakat untuk memahami pandemi Covid-19 ini menjadi penting terutama setelah pasca pandemi. Persoalan-persoalan, sosial, seperti UMKM sudah mati saya kira, untuk menggairahkan lagi itu perlu banyak pendamping baik secara manajerial, psikologis, dan sosial menjadi penting,” tandasnya.

Baca juga:
Nestapa Guru Honorer di Tengah Pandemi
Keluhan Mahasiswa Selama Belajar via Daring: Kouta Internet Hingga Biaya Kuliah
Nelangsa Guru SD di Pelosok Jember, Gaji Bulanan hanya Rp300 Ribu
Wisuda Dibatalkan Akibat Pandemi, UMS Kirim Ijazah Mahasiswa via Pos
Mendikbud Perbolehkan Dana Bos & BOP PAUD untuk Pulsa dan Masker
KPAI Terima Banyak Aduan Orangtua soal Program Belajar dari Rumah ala Kemendikbud

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.