Kampung Haji Danantara di Makkah, Harus Dilengkapi Jalan Besar ke Masjidil Haram
Wakil Menteri Dahnil Anzar Simanjuntak, justru berharap ada unsur pimpinan TNI-Polri yang bergabung dalam rombongan Amirul Hajj tahun 1.447 Hijriah ini.
Kementerian Haji dan Umrah menyebut bahwa pola koordinasi dengan Danantara tentang wacana pendirian Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi menempatkan diri mereka sebagai calon pengguna. Akan tetapi ada beberapa masukan yang harus diperhatikan Danantara soal daya dukung untuk kawasan kampung haji tersebut.
Jakarta-Dalam diskusi soal persiapan pemberangkatan jemaah haji oleh Kementerian Haji dan Umrah, Kamis (16/4) terbetik ulasan mengenai peran kementerian dalam rencana pendirian Kampung Haji Danantara di Arab Saudi.
Forum silaturahmi dengan para pemimpin redaksi di kantor Kementerian Haji itu juga membuka data bahwa sebanyak 2.422 jemaah haji yang berangkat di April 2026 adalah anggota TNI-Polri.
"Jumlah itu relatif kecil dibandingkan pegawai swasta (46.462) dan ibu rumah tangga (52.717) dan memang sudah sesuai urutan antrean umum," kata Menteri Haji dan Umrah, Menteri Mochamad Irfan Yusuf, lagi.
Pada sisi lain, Wakil Menteri Dahnil Anzar Simanjuntak, justru berharap ada unsur pimpinan TNI-Polri yang bergabung dalam rombongan Amirul Hajj tahun 1.447 Hijriah ini.
"Pihak otoritas di Arab Saudi yang jadi padanan kami adalah Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
Bila kami ingin bicara soal isu-isu pengamanan yang jadi ranah kepolisian di sana, mereka hanya ingin berbicara dengan perwakilan polisi Indonesia saja dan tidak dengan kami," jelas Dahnil.
Hal ini bisa menjelaskan kenapa ada nama Komjen Polisi Suntana dalam jajaran keanggota Amirul Hajj di bulan ini. Meskipun Suntana saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Perhubungan Indonesia, tapi sebagai purnawirawan polri bintang tiga, dirinya jelas punya kapasitas memadai untuk berbicara masalah keamanan jemaah haji Indonesia dengan petinggi kepolisian Arab Saudi.
Menargetkan Pembelian Hotel Swasta
Sementara itu pada kajian umum soal rencana pendirian Kampung Haji Danantara, aspek perhubungan dan transportasi lokal juga menjadi hal yang krusial. Badan Pengelola Investasi Indonesia, Danantara, sudah menetapkan target lokasi pendirian Kampung Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, adalah di Thakher.
Dengan luas tanah sebesar 8,4 hektar, Thakher yang berjarak 2,5 kilometer dari Masjidil Haram kelak diharapkan bisa menampung 22 ribu jemaah asal Indonesia.
"Perlu ada kajian apakah wilayah-wilayah yang akan ditargetkan jadi kampung haji Indonesia di sana ada dalam koridor transportasi lokal haji atau tidak. Bila tidak, tentu akan ada penambahan beban biaya transportasi lokal dan kompleksitas manajemen perhubungan darat ini," ujar Dahnil.
"Presiden Prabowo sendiri sudah menyarankan agar dalam memudahkan akuisisi aset dicoba saja untuk membeli hotel-hotel swasta di sana untuk dikelola Danantara dan kami sudah memberi beberapa masukan."
Hingga kini informasi yang santer beredar adalah laporan rencana Danantara ke Prabowo untuk membeli Novotel Makkah Thakher City yang memiliki tiga tower dengan daya dukung 1.461 kamar di atas tanah seluas 4,4 hektar yang juga berpotensi ditambah dengan 13 tower tambahan dan mall. Wilayah ini jelas akan masuk dalam jalur transit lokal tambahan menuju Masjidil Haram dan sekitarnya.