Kalsel Lanjutkan Klaster Inovasi Desa 2026, Pacu Peningkatan Indeks Desa
Dinas PMD Kalsel berkomitmen melanjutkan Program Klaster Inovasi Desa hingga 2026, strategi utama untuk mempercepat peningkatan indeks desa dan mendorong kemandirian, serta daya saing desa di Kalimantan Selatan.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalimantan Selatan (Kalsel) memastikan kelanjutan Program Klaster Inovasi Desa pada tahun 2026 sebagai strategi utama. Program ini bertujuan mempercepat peningkatan capaian indeks desa sekaligus mendorong kemandirian dan daya saing desa di wilayah tersebut.
Kepala Seksi Pengembangan Inovasi Desa Dinas PMD Kalsel, Ahmad Zaky Maulana, menjelaskan bahwa program ini mulai dijalankan pada Anggaran Perubahan 2025. Program tersebut terbukti memberikan dampak positif dan akan terus diperkuat pada tahun 2026.
Meskipun dengan keterbatasan sumber daya, terutama anggaran akibat kebijakan efisiensi, Dinas PMD Kalsel tetap berkomitmen melaksanakan klaster inovasi desa. Program ini juga telah disampaikan kepada pemerintah kabupaten sebagai salah satu upaya strategis pencapaian indikator indeks desa.
Dampak Positif dan Penguatan Program Klaster Inovasi Desa
Pelaksanaan klaster inovasi desa sepanjang 2025 menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Hal ini terutama terlihat dalam mendorong lahirnya inovasi desa dan pemanfaatan produk unggulan berbasis potensi lokal.
Zaky menjelaskan, sejumlah desa percontohan mulai mampu mengelola potensi desanya secara lebih terarah melalui inovasi. Inovasi ini mencakup sektor ekonomi, pelayanan publik, maupun penguatan kelembagaan desa.
Capaian positif tersebut menjadi modal penting untuk melanjutkan serta memperkuat program pada tahun 2026. Dinas PMD Kalsel akan mendorong desa-desa percontohan klaster inovasi untuk meningkatkan capaian indikator kebijakan inovasi.
Penghargaan dan Evaluasi Berkelanjutan Klaster Inovasi Desa
Selain itu, pemerintah provinsi berencana memberikan penghargaan kepada desa dan kelurahan yang dinilai paling berhasil dalam pelaksanaan klaster inovasi.
Penghargaan ini rencananya akan dilaksanakan bersamaan dengan Pekan Inovasi Desa dan Kelurahan. Kegiatan tersebut diperkirakan digelar pada triwulan ketiga tahun 2026.
Dinas PMD Kalsel juga akan melakukan pembaruan data dan evaluasi pelaksanaan instruksi yang telah disampaikan pada 2025. Evaluasi ini bertujuan melihat sejauh mana desa percontohan mengembangkan inovasi dan memanfaatkan potensi desa secara berkelanjutan.
Enumerator atau petugas lapangan yang ditugaskan Dinas PMD Kalsel secara rutin melaporkan perkembangan klaster inovasi desa setiap dua bulan sekali. Laporan tersebut menjadi dasar pemantauan progres serta penyusunan langkah pendampingan yang diperlukan.
Fleksibilitas dan Harapan Peningkatan Indeks Desa Kalsel
Pada tahun 2026, jumlah desa dan kelurahan percontohan klaster inovasi tetap sebanyak 13 desa dan kelurahan, sama seperti tahun 2025.
Meski demikian, pemerintah kabupaten/kota diberikan kesempatan hingga akhir triwulan pertama 2026 untuk mengajukan revisi. Revisi dapat diajukan apabila terdapat desa atau kelurahan lain yang dinilai lebih potensial.
Melalui keberlanjutan program klaster inovasi desa, Dinas PMD Kalsel berharap desa-desa di Kalimantan Selatan mampu meningkatkan daya saing. Hal ini termasuk memperkuat ekonomi lokal, serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan indeks desa secara berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews