KA Batara Kresna Angkut 21.667 Penumpang Selama Libur Nataru 2025/2026
KA Batara Kresna melayani 21.667 penumpang selama Angkutan Nataru 2025/2026. Jumlah ini naik 17 persen dibandingkan periode libur tahun sebelumnya.
PT KAI Daop 6 Yogyakarta menutup masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 pada Minggu, 4 Januari 2026. Selama periode tersebut, layanan KA Batara Kresna mencatat kinerja positif dari sisi jumlah pengguna.
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyampaikan bahwa selama 18 hari masa Angkutan Nataru, yakni 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, KA Batara Kresna melayani total 21.667 penumpang.
“Angka tersebut terdiri dari 10.834 penumpang naik dan 10.833 penumpang yang turun. Angka ini menunjukkan masyarakat menaruh kepercayaan dan menjadikan KA sebagai pilihan moda transportasi andalan dalam bepergian selama periode liburan Nataru,” ujar Feni, Selasa (6/1).
Rute Solo–Wonogiri Jadi Alternatif Transportasi Terjangkau
Feni menjelaskan, jumlah tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode Nataru sebelumnya. Pada libur Natal dan Tahun Baru tahun lalu, total penumpang KA Batara Kresna tercatat sebanyak 18.448 orang.
“Dengan demikian, total kumulatif keberangkatan dan kedatangan KA Batara Kresna pada Angkutan Nataru kali ini mengalami peningkatan sebesar 17% dibandingkan Nataru periode sebelumnya,” katanya.
KA Batara Kresna merupakan kereta api perintis bersubsidi pemerintah yang melayani rute Solo Purwosari–Wonogiri pulang pergi. Jalur ini menjadi pilihan transportasi masyarakat Solo Raya, khususnya di wilayah yang belum dilalui layanan kereta komersial.
Selain fungsi transportasi, kereta ini juga dikenal memiliki nilai wisata karena melintasi kawasan perkotaan Solo hingga pedesaan menuju Wonogiri. Jalur tersebut sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah, dengan Stasiun Purwosari terintegrasi layanan KA jarak jauh serta moda transportasi lain.
Selama periode Nataru, stasiun dengan volume penumpang tertinggi antara lain Stasiun Wonogiri dan Stasiun Purwosari. KAI Daop 6 juga melibatkan dukungan pengamanan dari TNI dan Polri, serta berkoordinasi dengan BMKG untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem.
“KAI Daop 6 Yogyakarta juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran Angkutan Nataru 2025/2026,” ujar Feni.