Jemaah An Nadzir Rayakan Iduladha Lebih Awal, Sembelih 2 Sapi dan Kambing
Dengan ciri khasnya, mayoritas jemaah mengenakan pakaian serba hitam dan berambut pirang secara khusyuk melaksanakan salat ied.
Jemaah An Nadzir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, melaksanakan salat Idul Adha 1447 Hijriah lebih awal dibandingkan jadwal yang ditetapkan pemerintah. Salat Id digelar di halaman Masjid Baitul Muqqadis pada Selasa (26/5/2026) dan diikuti ratusan jemaah dengan khidmat.
Pelaksanaan Salat Ied dan ceramah disampaikan langsung oleh pimpinan An Nadzir Samiruddin Pademmui. Dengan ciri khasnya, mayoritas jemaah mengenakan pakaian serba hitam dan berambut pirang secara khusyuk melaksanakan salat ied.
Samiruddin mengatakan untuk Iduladha 1447 H, jemaah An Nadzir akan berkurban dua ekor sapi dan kambing. Pemotongan hewan kurban dilakukan setelah salat Ied.
"Usai pelaksanaan salat Ied kami melaksanakan penyembelihan hewan kurban berupa dua ekor sapi dan dua ekor kambing," ujarnya.
Perbedaan Metode Pengamatan
Samiruddin mengatakan perbedaan penetapan 10 Zulhijjah dengan pemerintah dikarenakan perbedaan metode pengamatan dan perhitungan selama ini digunakannya. Meski demikian, Samiruddin menegaskan jika metode perhitungan sesuai dengan Alquran dan hadis.
"Iya, dasar-dasarnya kita jelas, Al-Qur'an, hadis dan juga metodologi," ujar Samiruddin usai salat Ied.
Ia menegaskan perbedaan waktu merupakan bagian dari pemahaman fikih yang memerlukan kedewasaan dalam menyikapinya. Ia menjelaskan, Jemaah An Nadzir menetapkan awal bulan hijriah berdasarkan ilmu yang diajarkan guru dan imam mereka.
"An-Nadzir mulai mengamati, menghitung, dan menetapkan tiga malam bulan purnama pada tanggal 14, 15, dan 16. Selain itu, pengamatan dilakukan terhadap waktu terbit tiga bulan terakhir di ufuk timur pada sepertiga malam terakhir, termasuk fajar kazib dan fajar siddiq," kata Samiruddin.
Tenggelamnya Bulan di Ufuk
Pengamatan juga dilakukan terhadap waktu tenggelamnya bulan di ufuk barat pada tanggal 27, 28, dan 29 bulan hijriah.
"Lalu kemudian dilihat dengan kain tipis hitam bayangan bulan. Kemudian diperhatikan fenomena alam dan dipadukan dengan bantuan aplikasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ternyata semuanya itu klop,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, pihaknya menyimpulkan pergantian bulan atau konjungsi terjadi pada Ahad sekitar pukul 04.00 Wita.
"Setelah dihitung dari situ, maka 10 Hijriah bertepatan dengan hari ini, Selasa 26 Mei 2026," katanya.