Jasad Nuri yang dibunuh Agus diserahkan kepada keluarga
Namun, jasad mendiang Nuri tidak utuh, lantaran kedua kakinya belum ditemukan.
Jenazah Nur Astiyah alias Nuri (34), wanita hamil tujuh bulan yang dibunuh dan dimutilasi di sebuah rumah kontrakan wilayah Cikupa, Kabupaten Tangerang, akan dipulangkan kepada keluarganya, Jumat (22/4). Kapolsek Cikupa, Kompol Gunarko mengatakan, jasad mendiang Nuri akan diantar kepada keluarganya bermukim di Kabupaten Lebak, Banten.
Meski demikian, jasad mendiang Nuri masih belum lengkap, lantaran potongan kedua kakinya masih belum ditemukan sampai saat ini.
"Kami serahkan ke pihak keluarga di RSUD Kabupaten Tangerang, sekaligus kami kawal ke rumahnya. Kaki korban belum ditemukan, upaya sudah maksimal mencarinya," kata Gunarko.
Sejak diketahui telah meninggal pada Rabu (13/4) lalu, baru ditemukan kepala dan badan Nuri saja. Keesokan harinya, setelah pencarian bagian tubuh lain dilakukan, ditemukan potongan kedua tangan Nuri dibuang di tempat terpisah, yakni daerah Tigaraksa.
Tim gabungan dari Polda Metro Jaya maupun Polresta Tangerang sudah menyisir beberapa tempat, buat mencari kedua kaki Nuri. Pencarian masih dilakukan hingga kemarin, Kamis (21/4), tetapi belum berhasil.
Baca juga:
Hilangkan bau, Agus semprotkan pengharum & tabur kopi di jasad Nuri
Sebelum dimutilasi, Nuri diminta Agus gugurkan kandungan
Pelaku mutilasi wanita hamil di Cikupa terancam hukuman mati
Polisi pastikan pemutilasi wanita hamil tak alami gangguan jiwa
Erik, saksi kunci kasus mutilasi Nur Atikah resmi jadi tersangka