Jan Olde Targetkan Dewa United Finis Enam Besar BRI Super League Musim Ini
Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, menetapkan target ambisius untuk finis enam besar di BRI Super League musim ini, meskipun performa tim sempat merosot. Mampukah Dewa United mencapai target ini?
Pelatih Dewa United Banten FC, Jan Olde Riekerink, telah menetapkan target ambisius bagi timnya di BRI Super League musim ini. Ia menargetkan Dewa United finis minimal di posisi enam besar klasemen akhir kompetisi. Pernyataan ini disampaikan Jan Olde menjelang pertandingan penting melawan tuan rumah Malut United.
Laga krusial tersebut akan berlangsung pada Minggu malam di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate. Target enam besar ini menjadi fokus utama setelah Dewa United tidak mengulang performa gemilang seperti musim sebelumnya. Musim lalu, Dewa United berhasil menjadi runner-up di bawah Persib Bandung.
Jan Olde menegaskan bahwa timnya bertekad untuk memperbaiki posisi saat ini dan meraih pencapaian yang lebih tinggi. "Kami tahu target kami; kami ingin berada di posisi yang lebih baik dari sekarang," kata Jan Olde, dikutip dari laman resmi I.League. Target Dewa United enam besar adalah langkah awal untuk mencapai ambisi tersebut.
Performa Dewa United Musim Ini dan Perbandingan dengan Musim Lalu
Musim ini, Dewa United menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan musim sebelumnya, di mana mereka sempat bersaing ketat memperebutkan gelar juara. Pada musim lalu, Dewa United mengakhiri liga dengan koleksi 61 poin, hanya terpaut delapan poin dari Persib Bandung yang keluar sebagai juara. Konsistensi menjadi kunci utama dalam upaya mencapai target Dewa United enam besar.
Di bawah arahan Jan Olde, performa Dewa United sempat mengalami penurunan signifikan. Tim ini sempat kesulitan untuk menembus papan tengah klasemen BRI Super League. Namun, perlahan tapi pasti, Dewa United mulai menunjukkan kebangkitan dengan meraih tiga kemenangan dalam lima laga terakhir.
Berkat tren positif tersebut, Dewa United kini berhasil menduduki posisi kesembilan dengan total 37 poin. Meskipun demikian, pelatih Jan Olde Riekerink masih jauh dari kata puas terhadap penampilan anak asuhnya. Ia terus mendorong tim untuk mencapai standar yang lebih tinggi agar target Dewa United enam besar dapat tercapai.
Evaluasi Jan Olde dan Harapan Peningkatan Standar
Jan Olde Riekerink secara terbuka mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap performa tim, bahkan setelah meraih kemenangan. Ia menyoroti persiapan yang kurang optimal saat melawan PSIM Yogyakarta, meskipun Dewa United akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0. Ini menunjukkan bahwa target Dewa United enam besar membutuhkan performa yang lebih konsisten.
"Sejujurnya, persiapan saat melawan PSIM tidak begitu bagus dari sisi performa," ujar Jan Olde. Pelatih berusia 63 tahun itu juga menambahkan bahwa ia telah menunjukkan kepada para pemain kesalahan-kesalahan yang seharusnya tidak terulang. Kesalahan-kesalahan tersebut menjadi fokus utama perbaikan untuk mencapai target Dewa United enam besar.
Untuk itu, Jan Olde berharap para pemain Dewa United tidak mengulangi kesalahan serupa dalam pertandingan mendatang. Ia menegaskan bahwa standar permainan tim harus ditingkatkan secara signifikan. Peningkatan ini sangat krusial demi menjaga asa untuk merangkak naik ke papan atas klasemen BRI Super League.
"Jika kami mengulangi kesalahan fundamental yang sama di delapan pertandingan sisa, kami akan lebih sering kalah," tegas Jan Olde. Pernyataan ini menjadi motivasi bagi tim untuk tampil lebih baik dan serius dalam setiap pertandingan demi mewujudkan target Dewa United enam besar.
Strategi Hadapi Malut United Tanpa Nick Kuipers
Dalam laga tandang melawan Malut United, Dewa United dipastikan akan tampil tanpa bek andalan mereka, Nick Kuipers. Pemain jangkung ini harus absen karena sanksi akumulasi kartu. Absennya Kuipers tentu menjadi tantangan, namun Jan Olde telah menyiapkan strategi untuk mengatasi hal tersebut demi menjaga peluang meraih target Dewa United enam besar.
Meskipun demikian, Jan Olde Riekerink tidak terlalu khawatir dengan absennya Nick Kuipers. Ia memiliki keyakinan pada kedalaman skuadnya dan opsi pemain lain yang siap menggantikan peran mantan bek Persib tersebut. Ini menunjukkan kepercayaan pelatih terhadap seluruh anggota tim.
"Kami memiliki beberapa opsi pemain dan mungkin akan menggunakan sistem yang berbeda tanpa Nick," jelas Jan Olde. Ia menyebutkan nama Wahyu Prasetyo, yang juga pernah bermain di Malut United, sebagai salah satu opsi. Selain itu, Lowe juga sudah kembali dan menjadi pilihan di lini pertahanan Dewa United. Fleksibilitas ini akan sangat membantu dalam mencapai target Dewa United enam besar.
Pelatih yang pernah menukangi Galatasaray ini menekankan pentingnya penampilan yang berbeda dari Dewa United saat menghadapi Malut United. Dengan persiapan matang dan penyesuaian strategi, Dewa United diharapkan mampu meraih hasil positif dan terus mendekati target enam besar yang telah ditetapkan.
Sumber: AntaraNews