Jamin Kualitas Gizi, Pemkot Sukabumi Fokus Program MBG Ramadhan 2026
Pemerintah Kota Sukabumi berkomitmen penuh memastikan kualitas gizi dalam Program MBG Ramadhan 2026 melalui pelatihan khusus bagi ahli gizi dan kepala SPPG, demi kesehatan penerima manfaat.
Pemerintah Kota Sukabumi, Jawa Barat, menunjukkan komitmen kuat dalam mengawasi kandungan gizi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan 1447 Hijriyah/2026. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan setiap penerima manfaat mendapatkan asupan gizi yang optimal dan aman dikonsumsi. Inisiatif ini menjadi prioritas utama demi menjaga kesehatan masyarakat di tengah ibadah puasa.
Pengawasan gizi yang ketat ini diwujudkan melalui serangkaian pelatihan peningkatan kapabilitas bagi para ahli gizi dan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Sukabumi. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali petugas dengan pengetahuan dan keterampilan terbaru dalam pengelolaan makanan bergizi. Informasi mengenai pelatihan ini disampaikan oleh Diskominfo Kota Sukabumi pada Jumat lalu.
Pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 3 Tahun 2026. Surat edaran ini mengatur secara rinci mekanisme pelaksanaan Program MBG selama Ramadhan dan cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriyah. Dengan demikian, program ini dapat berjalan sesuai standar yang ditetapkan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Komitmen Pemkot Sukabumi dalam Program MBG Ramadhan
Sebanyak 92 peserta, yang terdiri dari 46 Kepala SPPG dan 46 Ahli Gizi, aktif mengikuti pelatihan peningkatan kapabilitas pengawasan gizi ini. Partisipasi aktif mereka menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Sukabumi dalam memastikan setiap aspek Program MBG Ramadhan berjalan dengan baik. Ini adalah langkah proaktif dalam menjaga kualitas asupan gizi.
Staf Ahli Wali Kota Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Keuangan, Andri Setiawan, yang juga menjabat Ketua Satgas Program MBG Kota Sukabumi, menegaskan pentingnya memprioritaskan gizi yang baik. Ia meminta pengelola MBG untuk memastikan makanan yang diberikan aman dan bergizi, terutama saat anak-anak sekolah mulai beraktivitas kembali. Fokus utama adalah pada kualitas dan keamanan pangan.
Andri Setiawan menyoroti pentingnya makanan kering yang bergizi serta layanan khusus untuk pondok pesantren yang membutuhkan masakan berbuka puasa. Ia menekankan agar kepala SPPG memahami jadwal pengolahan makanan. Hal ini krusial agar makanan tetap segar dan sehat saat didistribusikan kepada para penerima manfaat Program MBG Ramadhan.
Peningkatan Kapabilitas dan Standar Gizi
Pelatihan ini juga melibatkan petugas dari Dinas Kesehatan dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PAI) Kota Sukabumi sebagai penyampai materi. Mereka memastikan bahwa peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang kandungan gizi yang cukup dengan beragam menu sehat. Tujuannya adalah untuk mengaplikasikan pengetahuan ini dalam pelaksanaan Program MBG di bulan Ramadhan.
Peserta pelatihan dibekali dengan berbagai materi esensial, termasuk standar pengawasan gizi di satuan pendidikan. Selain itu, mereka juga mempelajari strategi peningkatan status gizi pelajar dan teknik penyusunan program gizi yang sesuai dengan kebutuhan spesifik pelajar. Materi ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi para ahli gizi dan kepala SPPG.
Ketua Satgas MBG Kota Sukabumi berharap pelatihan ini dapat secara signifikan meningkatkan tata kelola Program MBG di seluruh wilayah Kota Sukabumi. Peningkatan tata kelola ini diharapkan berdampak positif pada efektivitas program. Dengan demikian, tujuan utama untuk menyediakan makanan bergizi gratis dapat tercapai secara optimal.
Optimalisasi Pelayanan MBG oleh SPPG
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Sukabumi, Septo Suharyanto, mengingatkan setiap SPPG untuk terus meningkatkan kinerja pelayanan mereka kepada masyarakat. Peningkatan kinerja ini menjadi kunci utama dalam keberhasilan Program MBG Ramadhan. Setiap SPPG diharapkan dapat memberikan kontribusi maksimal.
Septo Suharyanto menekankan pentingnya SPPG dalam menyajikan menu terbaik secara maksimal kepada penerima manfaat. Hal ini bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terkait kualitas dan keamanan makanan. Pelayanan yang optimal akan membangun kepercayaan masyarakat terhadap program ini.
Dengan pelatihan dan pengawasan yang ketat, Pemerintah Kota Sukabumi berupaya keras memastikan Program MBG Ramadhan berjalan lancar. Komitmen ini mencerminkan dedikasi pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan warganya. Terutama selama periode penting seperti bulan suci Ramadhan.
Sumber: AntaraNews