LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jalan rusak, siswa SMP di Barito berangkat UN naik perahu

Kapal motor tersebut disewa dengan harga Rp 2,8 juta selama UN berlangsung.

2013-04-22 09:00:00
Ujian Nasional
Advertisement

Kemauan kuat untuk mengikuti Ujian Nasional (UN) ditunjukkan sedikitnya 25 siswa SMP PGRI Desa Pendreh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Mereka rela menyewa kapal motor atau kelotok di Sungai Barito demi mengikuti UN di SMPN 4 Desa Lemo, Kecamatan Teweh Tengah.

"Selama UN, semua siswa serta guru terpaksa menyewa kelotok untuk pulang-pergi ke sekolah," kata guru SMP PGRI Desa Pendreh, Hariyadi, Senin (22/4).

Tak hanya siswa, para guru SMP PGRI Desa Pendreh juga terpaksa ikut menyewa kapal motor untuk tiba di SMPN 4. Menurutnya, selama pelaksanaan UN hingga 25 April mendatang, siswa SMP swasta yang tinggal di desa pinggiran Sungai Barito harus menginduk untuk mengikuti UN di SMPN 4 Desa Lemo, Kecamatan Teweh Tengah.

Dia mengatakan, kapal motor tersebut disewa dengan harga Rp 2,8 juta selama UN berlangsung. Waktu tempuh yang dibutuhkan untuk mencapai lokasi antara 30-40 menit.

"Biaya untuk carter kelotok diperoleh dari swadaya para siswa, karena pihak sekolah tidak memiliki dana untuk keperluan tersebut," katanya.

Sidak di Jakut, Mendikbud pastikan UN SMP berjalan serentak
UN SMP dimulai, Disdik DKI yakin tak akan amburadul

Hariadi menyebutkan selain membayar biaya sewa kapal motor, setiap siswa membayar Rp 200 ribu sebagai biaya untuk mengikuti UN. Meski pihak sekolah mendapat dana BOS dari pemerintah, uang itu tidak mencukupi untuk kegiatan belajar dan mengajar di SMP satu-satunya di desa itu.

"Dana BOS hanya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan belajar dan sebagian honor guru yang belum menjadi PNS. Jadi tidak ada untuk biaya menyewa kapal motor untuk ikut UN," katanya.

Dia mengatakan, alasan dipilihnya kapal motor karena dinilai lebih murah dan mampu mengangkut semua siswa. Meski ada jalan darat ke Desa Lemo, kondisinya memprihatinkan, karena kondisi jalan dan jembatan saat ini rusak.

"Kami berharap tahun depan sekolah kami ditingkatkan menjadi sekolah negeri dan dapat menyelenggarakan UN sendiri," ujar Hariadi.

Sekolah penyelenggara UN di kabupaten pedalaman Sungai Barito itu, diikuti 2.215 pelajar dari SMP dan MTs N sebanyak 1.564 orang, serta SMP dan MTs swasta 288 orang kejar paket B sekitar 300 orang tersebar di 38 sekolah.

Advertisement

Baca juga:
Naskah soal telat datang, UN di Bogor ditunda
Peserta UN SMP di Kota Malang dapat jatah sarapan kue dan roti
NTT gagal selenggarakan UN SMP serentak
UN ditunda 2 jam, pelajar SMP di Bogor sempat stres

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.