Ini Isu yang Dibahas Prabowo Dalam Retret Menteri Kabinet Merah-Putih di Hambalang
Presiden Prabowo menggelar retret Kabinet Merah-Putih di Hambalang, Bogor selepas masa libur Tahun Baru.
Presiden Prabowo Subianto menggelar Retret Kabinet Merah-Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1). Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, ada beberapa agenda yang dibahas dalam Retret tersebut. Salah satunya, mereview satu tahun program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Tentu salah satunya (review 1 tahun MBG). Tapi ini retret sifatnya menyeluruh, jadi tidak hanya MBG nanti seluruh kementerian akan dilakukan evaluasi dan mendengarkan laporan 1 tahun gimana program itu berjalan. Kalau masih ada kendala itu akan dibicarakan juga," kata Prasetyo kepada wartawan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Swasembada Pangan
Kemudian, dalam Retret itu juga akan membahas soal swasembada pangan yang sudah disinggung oleh Prabowo pada saat perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada Senin (5/1) kemarin.
"Saya sebut beberapa aja ya. Pertama berkenaan dengan swasembada pangan kita, yang kemarin saat perayaan Natal bapak presiden sudah menyinggung, Alhamdulillah dalam waktu 1 tahun kita semua berhasil mewujudkan swasembada pangan," ujarnya.
"Artinya pertama kalinya kita tidak impor beras di 2025 dan kita berharap hal ini bisa dipertahankan di 2026. Justru kita menginginkan adanya peningkatan dari sisi swasembada pangan," sambungnya.
Swasembada Energi
Selanjutnya, juga akan membahas soal swasembada energi yang telah melewati target lifting di APBN 2025.
"Tapi kita merasa perlu melakukan percepatan-percepatan untuk meningkatkan lagi dengan target dan tujuan kita jelas ingin swasembada energi," ucapnya.
Selain itu, pada Retret juga akan membahas soal realisasi hilirisasi oleh Menteri Investasi dan CEO Danantara hingga sekolah rakyat.
"Kemudian tidak kalah penting dibahas mengenai realisasi hilirisasi oleh menteri investasi dan CEO Danantara bahwa sudah siap ada beberapa project hilirisasi di Januari ini akan dilakukan groundbreaking, dari 18 projek yang sudah disepakati beberapa kali ratas dengan bapak presiden dan Kementerian terkait," paparnya.
"Kemudian ada pelaksanaan sekolah rakyat berjalan di 166 lokasi diharapkan tahun 2026 akan ada penambahan kurang lebih 104 titik yang ini juga bapak presiden minta dilakukan percepatan baik sarana fisik dan non fisik. Ini beberapa nanti yang akan diminta paparan tentu ada beberapa menteri yang lain," pungkasnya.