Ineks berbentuk penis diduga pernah bikin polisi tewas
Anggota polisi tersebut tewas overdosis saat dugem bersama rekannya dan dua orang jaksa.
Penangkapan pengedar ekstasi berbentuk penis di Medan ternyata ada kaitan dengan tewasnya personel polisi beberapa waktu lalu. Dari penyelidikan yang dilakukan, narkoba itu diduga sebagai penyebab overdosis korban.
"Iya memang ada dugaan itu, kan ada personel kepolisian di Langkat yang meninggal. Jadi kita lakukan penyelidikan dan didapatlah ini, tapi itu masih kita dalami," kata Kasat Reserse Narkoba Polresta Medan Kompol Dony Aleksander, Senin (29/12).
Seorang personel Sabhara Polres Langkat tewas di lokasi hiburan malam di Medan beberapa waktu lalu. Dia diduga overdosis saat dugem bersama rekannya dan dua orang jaksa. Polisi dan tim forensik sudah membongkar makamnya di Langkat pada awal Oktober lalu untuk melakukan autopsi dan penyelidikan.
Dari penyelidikan itu, polisi ternyata menemukan jaringan pengedar ekstasi berbentuk penis. "Ini kan perintah Kapolda Sumut dan Kapolresta Medan. Jadi jadi kita lakukan penyelidikan jenis obat itu, maka kita temukan ini," pungkas Dony.
Dalam jaringan pengedar ekstasi berbentuk penis itu, polisi meringkus DJD (36) di Showroom Mobil DJ'S miliknya di Jalan Gagak Hitam, Medan, pekan lalu. Petugas masih mengembangkan penangkapan ini dan memburu pemasok narkotika itu.
Baca juga:
Terlibat peredaran narkoba, anggota Brimob divonis 14 tahun bui
Sering pakai narkoba, Bripka WHS dilarikan Ke Rumah Sakit Jiwa
Pakai sabu, anggota Provost Tenayan Raya divonis 4,2 tahun
Bintara polisi pasien pecandu narkoba kerap arogan di BNN Lido
Kapolda Riau janji pecat 3 anak buah pesta narkoba di Hotel
Positif konsumsi narkoba, 2 anggota polisi Bogor dibebastugaskan