Indonesia Target Jadi Destinasi Wisata Ramah Muslim Nomor 1 Dunia pada 2027
Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan menjadi andalan Indonesia sebagai destinasi wisata ramah Muslim.
Indonesia berhasil meraih peringkat kedua dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026 di Singapura, Kamis (18/6). Capaian tersebut meningkat tiga peringkat dibandingkan tahun sebelumnya, ketika Indonesia berada di posisi kelima pada 2025.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Vinsensius Jemadu, menyatakan Indonesia berambisi menjadi destinasi wisata ramah muslim nomor 1 di Global Muslim Travel Index (GMTI) 2027.
Dia mengatakan Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan menjadi andalan Indonesia sebagai destinasi wisata ramah Muslim. Daerah-daerah tersebut dinilai memiliki kesiapan infrastruktur, layanan pendukung, serta daya tarik destinasi yang kuat bagi wisatawan Muslim.
"Target kami berikutnya tentu menjadi nomor satu dunia. Untuk itu kami terus mendorong peningkatan kualitas layanan bagi wisatawan Muslim, mulai dari penyediaan informasi makanan halal, fasilitas ibadah, hingga layanan tambahan di hotel dan destinasi wisata agar wisatawan lebih nyaman. Pameran ini juga menjadi momentum memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata ramah Muslim dunia,” kata Vinsensius di sela Indonesia Islamic Expo (IIE).
Vinsensius menjelaskan International Islamic Expo 2026 menghadirkan 126 peserta pameran, terdiri atas 80 peserta domestik dan 46 peserta internasional dari 16 negara. Penyelenggaraan selama tiga hari ditargetkan mampu menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp115 miliar dengan total kunjungan sekitar 18.000 orang.
"Kami harapkan International Islamic Expo bukan sekadar pameran industri halal dan perjalanan ibadah, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekosistem Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di Indonesia. Pameran ini juga menampilkan destinasi-destinasi wisata ramah Muslim di Indonesia," ujar Vinsensius.
Pariwisata MICE
Vinsensius menilai pariwisata MICE merupakan salah satu produk pariwisata berkualitas karena memiliki tingkat pengeluaran wisatawan yang lebih tinggi dibandingkan wisatawan leisure. Kementerian Pariwisata berkomitmen mengembangkan sektor tersebut sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional.
Rangkaian Welcome Dinner IIE 2026 juga diisi dengan pemberian token of appreciation kepada perusahaan haji, umrah, dan wisata halal terpilih, asosiasi umrah dan haji di Indonesia, sponsor, serta para partner.
Apresiasi tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah haji, jemaah umrah, dan wisatawan Muslim.