LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Imparsial sebut hukuman mati tak akan memberikan efek jera

"Langkah pemerintah bukan eksekusi mati dan memperbaiki sistem kapasitas hukum dan lapas," pinta Al Araf.

2016-05-01 21:05:00
Hukuman Mati
Advertisement

Imparsial menilai di tengah sistem penegakan hukum yang bermasalah karena masih diwarnai adanya mafia peradilan, kriminalisasi, praktik korupsi, rekayasa kasus maka penerapan hukum mati akan sangat berbahaya. Atas alasan itu, dia meyakini hukuman mati bukan solusi untuk mengatasi kejahatan.

Direktur Imparsial Al Araf mengatakan potensi kekeliruan dan kesalahan dalam penghukuman bagi pelaku kejahatan sangat mungkin terjadi, sementara jenis hukuman ini tidak membuka ruang untuk koreksi.

"Seorang terpidana mati yang telah dieksekusi, maka upaya koreksi tidak akan lagi bisa dilakukan," ujarnya di kantornya, Jakarta, Minggu (1/5).

Menurutnya, terdapat sejumlah fakta yang telah menunjukkan bahwa terpidana mati yang mengalami kekerasan, intimidasi dan mengalami proses peradilan yang tidak adil.

"Jokowi harus menghentikan Jaksa Agung soal hukuman mati. Harus konsisten agar tidak dilakukan dalam waktu dekat ini, jangka panjang melakukan langkah moratorium," jelas dia.

Dan fakta lainnya ada beberapa pidana eksekusi dan kejahatan terorisme terus jadi, sehingga penerapan hukuman mati bukan jawaban dan efek jera.

"Langkah pemerintah bukan eksekusi mati dan memperbaiki sistem kapasitas hukum dan lapas, kinerja pemerintah tetap berjalan dan upaya penegakan hukum," ungkapnya.

Baca juga:
Imparsial sebut hukuman mati pelanggaran hak untuk hidup
Imparsial minta Presiden Jokowi hapus kebijakan hukuman mati
Indonesia tegaskan hukuman mati bagian dari kedaulatan bangsa
Pada 2015, hukuman mati seluruh dunia ciptakan rekor
Lima sentimen negatif media Australia terhadap Indonesia

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.