Imigrasi Semarang Tolak 11 WNA Masuk Jateng di Tahun 2025 karena Terlibat Sejumlah Kasus
Imigrasi Semarang juga melakukan penundaan keberangkatan terhadap 13 warga negara Indonesia (WNI) yang hendak bepergian ke luar negeri.
Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Khusus Semarang mencatat sebanyak 11 warga negara asing (WNA) ditolak masuk wilayah Jawa Tengah sepanjang tahun 2025. Penolakan tersebut dilakukan karena para WNA itu terindikasi terlibat dalam sejumlah kasus.
“11 penolakan WNA karena terlibat beberapa kasus dan penundaan keberangkatan ada 13 warga negara Indonesia,” kata Kepala Imigrasi Khusus (Imisus) Semarang, Ari Widodo, Selasa (23/12).
Selain penolakan terhadap WNA, Imigrasi Semarang juga melakukan penundaan keberangkatan terhadap 13 warga negara Indonesia (WNI) yang hendak bepergian ke luar negeri. Langkah ini diambil karena adanya indikasi kuat bahwa mereka berisiko menjadi korban kejahatan, khususnya penipuan daring (scamming).
Tak hanya itu, pihak imigrasi juga menemukan potensi keterlibatan dalam tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap sejumlah WNI tersebut.
“Jadi kami hanya menunda, tidak menolak. Karena ada dugaan jadi korban penyalahgunaan kejahatan seperti TPPO,” ungkapnya.
Bentuk Pengawasan dan Penertiban
Ari menegaskan, kebijakan penundaan keberangkatan ini bukan bertujuan mempersulit masyarakat, melainkan sebagai bentuk pengawasan dan penertiban agar proses keberangkatan ke luar negeri berlangsung aman dan sesuai ketentuan.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja, serta memperkuat pengawasan keimigrasian demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan negara,” jelasnya.
Sementara itu, dalam hal penindakan terhadap WNA, Imigrasi Semarang mencatat satu kasus pro justisia, 11 kasus deportasi, serta delapan orang dikenakan pencekalan. Selain itu, terdapat 23 orang WNA yang saat ini berstatus deteni.
Lonjakan Signifikan Jumlah Kedatangan WNA
Imigrasi juga mencatat lonjakan signifikan jumlah kedatangan WNA pasca dibukanya kembali rute penerbangan internasional di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang. Jumlah pelintas WNA tercatat meningkat hingga 28,5 kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.
Pada periode Januari hingga Agustus 2025, jumlah WNA yang masuk tercatat sebanyak 1.184 orang. Namun setelah penerbangan internasional kembali dibuka, jumlah tersebut melonjak menjadi 33.748 pelintas WNA.
Adapun WNA dengan jumlah kedatangan terbanyak berasal dari Malaysia sebanyak 2.633 orang, disusul China 1.717 orang, India sekitar 243 orang, Filipina 94 orang, serta Amerika Serikat sebanyak 68 orang.
“Ke depan, kami akan terus berinovasi dan memperkuat sinergi lintas sektor,” pungkasnya.