Imigrasi Kalbar Wujudkan Transformasi Layanan Transparan Melalui Festival 2025
Imigrasi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya dalam mewujudkan transformasi layanan yang transparan dan adaptif melalui Festival Imigrasi 2025 di Pontianak.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Barat (Kalbar) menyelenggarakan Festival Imigrasi 2025 di A Yani Mega Mall Pontianak. Acara ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan satu tahun berdirinya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai lembaga mandiri. Festival ini bertujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa transformasi kelembagaan bukanlah sekadar konsep, melainkan diwujudkan melalui pelayanan nyata yang lebih cepat, terbuka, dan mudah dijangkau.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalbar, Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa festival ini menjadi bukti nyata komitmen Imigrasi Kalbar. Berbagai inovasi layanan dihadirkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Masyarakat dapat secara langsung melihat dan merasakan kemudahan akses terhadap layanan keimigrasian.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, yang hadir mewakili Gubernur Kalbar, turut menyampaikan apresiasinya. Menurut Harisson, Festival Imigrasi 2025 bukan hanya perayaan, tetapi juga simbol perubahan besar yang sedang dijalankan institusi Imigrasi. Ini merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan globalisasi dan tingginya mobilitas masyarakat.
Inovasi dan Komitmen Peningkatan Layanan Keimigrasian
Wahyu Hidayat menegaskan bahwa transformasi kelembagaan Imigrasi dan Pemasyarakatan dari Kemenkumham menjadi lembaga mandiri bertujuan untuk memberikan layanan terbaik. Melalui Festival Imigrasi 2025, Imigrasi Kalbar ingin menunjukkan peningkatan kualitas pelayanan yang signifikan. Hal ini mencakup kecepatan, keterbukaan, dan kemudahan akses bagi seluruh lapisan masyarakat.
Festival ini memamerkan beragam inovasi layanan yang telah disiapkan oleh Imigrasi Kalbar. Inovasi tersebut meliputi layanan percepatan paspor, layanan khusus untuk Warga Negara Asing (WNA), coaching clinic, hingga layanan kesehatan. Selain itu, terdapat pula booth edukasi yang memberikan informasi penting seputar keimigrasian kepada pengunjung.
Tidak hanya itu, festival ini juga menampilkan berbagai produk karya warga binaan pemasyarakatan dari seluruh Kalimantan Barat. Ini merupakan bagian dari kolaborasi antara bidang keimigrasian dan pemasyarakatan. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan memberikan nilai tambah bagi warga binaan.
Wahyu Hidayat kembali menegaskan komitmen Imigrasi Kalbar untuk terus berbenah dalam menghadapi tantangan mobilitas global. "Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, dengan pendekatan yang semakin inklusif, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman," tuturnya. Upaya ini menunjukkan keseriusan Imigrasi Kalbar dalam mewujudkan pelayanan prima.
Peran Strategis Imigrasi di Tengah Mobilitas Global Kalimantan Barat
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, menyatakan bahwa di era globalisasi, peran Imigrasi menjadi sangat strategis. Imigrasi berfungsi sebagai penjaga gerbang negara, pelayan masyarakat, sekaligus mitra pembangunan. Transformasi yang dilakukan oleh Imigrasi adalah langkah nyata untuk menjawab berbagai tantangan yang muncul.
Pembenahan layanan Imigrasi menjadi semakin relevan bagi Kalimantan Barat yang memiliki empat Pos Lintas Batas Negara (PLBN) aktif. PLBN Entikong, Badau, Aruk, dan Jagoi Babang memiliki intensitas mobilitas penduduk yang sangat tinggi. Mobilitas ini terjadi untuk berbagai tujuan, seperti perdagangan, pendidikan, wisata, maupun hubungan kekeluargaan.
Selain itu, meningkatnya aktivitas internasional juga turut mendorong lonjakan permohonan paspor di seluruh Kantor Imigrasi se-Kalbar. Pembukaan kembali rute penerbangan Pontianak–Kuching dan Pontianak–Kuala Lumpur menjadi salah satu faktor utama. Kondisi ini menunjukkan betapa krusialnya peran Imigrasi sebagai fasilitator mobilitas masyarakat.
Harisson juga mengapresiasi langkah Imigrasi Pontianak yang menghadirkan festival di ruang publik. Ini dianggap sebagai bentuk keterbukaan dan edukasi langsung kepada masyarakat, serta pendekatan humanis. "Pemprov Kalbar berkomitmen memperkuat sinergi dengan jajaran Imigrasi dalam menjaga stabilitas perbatasan, mendorong investasi, dan memperkuat diplomasi budaya," katanya, menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah.
Sumber: AntaraNews