IDI Bakal Investigasi Video Rekomendasi Pemecatan Terawan yang Viral ke Publik
Ketua Umum PB IDI dr. Adib Khumaidi menyesalkan pemecatan Terawan menimbulkan kegaduhan. Adib setuju mestinya proses tersebut tak menjadi konsumsi publik.
Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo marah dengan viralnya foto atau video hasil keputusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) terkait pemecatan Terawan Agus Putranto dari anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Menurutnya, tidak etis pemecatan Terawan diviralkan.
Diberitakan, hasil rapat sidang khusus Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) memutuskan pemberhentian secara permanen Terawan dari keanggotaan IDI. Pemberhentian ini berdasarkan keputusan Muktamar XXXI PB IDI yang diselenggarakan di Kota Banda Aceh pada 22 hingga 25 Maret 2022.
"Etik tidak? bijak tidak? ketika keputusan di Aceh itu sengaja di foto sengaja di video, saya membaca gelagat yang memfoto dan di video itu waduh Ya Allah Ya Rabb apa bijak itu, apa salah tidak itu apa pelanggaran atau tidak itu, jangan diam saja pak Ketum dan teman teman MKEK itu pelanggaran etik tidak? Ranah etik tidak," ujar Rahmad saat rapat komisi IX engan PB IDI di komplek parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/4).
Dari hal itu, politisi PDIP ini menduga pemecatan Terawan disebabkan karena konflik pribadi dengan anggota IDI. Hal ini menjadi konyol.
"Jadi saya juga berpikir macam macam sebenarnya diluaran saya ternyata IDI ini tidak ada masalah, hanya ada perseteruan pribadi dengan Terawan, Pak Terawan denngan salah satu (anggota IDI) sehingga konyol, itu benar salahnya saya gak ngerti, seperti bau kentut," ujarnya.
Sementara, Ketua Umum PB IDI dr. Adib Khumaidi menyesalkan pemecatan Terawan menimbulkan kegaduhan. Adib setuju mestinya proses tersebut tak menjadi konsumsi publik.
Maka dari itu, IDI berencana menginvestigasi terkait viralnya video keputusan pemecatan Terawan yangberedar di media sosial.
"Ranah etik ini adalah personal, kami sangat menyayangkan viral-nya video karena kami tidak menghendaki hal itu," ucap dia dalam rapat.
"Mungkin nanti secara internal kami akan melakukan sebuah proses investigasi terkait hal ini," tambah Adib.
Menurutnya, proses dalam Muktamar bersifat internal. Adib menyesalkan pemecatan Terawan sudah kadung viral ke publik.
"Kita tidak juga bisa menghindari karena sebenarnya proses-proses sidang di Muktamar, ada sidang pleono, khusus komisi sebenarnya semua sifatnya internal, tidak ada sifatnya luas dan ini yang kami sayangkan kemudian ada hal-hal yang jadi viral dan itu jadi kegaduhan," tandas Adib.
Video rekomendasi Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) mengenai pemecatan Terawan dari IDI beredar di media sosial pada Jumat (24/3). Salah satunya diunggah akun Twitter Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono @drpriono1.
"Yang pertama, meneruskan hasil keputusan rapat sidang khusus MKEK yang memutuskan pemberhentian permanen sejawat Prof Dr dr Terawan Agus Putranto, Sp Rad(K), sebagai anggota IDI. Kedua, ketetapan ini, pemberhentian dilaksanakan oleh PB IDI selambat-lambatnya 28 hari kerja. Ketiga, ketetapan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan," ujar salah satu presidium pada video tersebut
Baca juga:
IDI Tegaskan Pemecatan Dokter Terawan Tak Terkait Vaksin Nusantara
Rapat DPR Bahas Terawan, IDI Tegaskan Berhak Pecat Anggota yang Langgar Etik Berat
Cerita Mantan Ketum IDI Telepon Dokter Terawan, Tapi Masalah Tak Kunjung Selesai
DPR Cecar IDI Pecat Terawan: Seenaknya Pecat Orang
CEK FAKTA: Hoaks, Foto Dokter Terawan akan Bertugas di Jerman