ICMI: Kudeta cederai demokrasi di Turki
ICMI mengajak elemen demokrasi yang beradab di mana saja untuk mengutuk keras percobaan kudeta oleh militer di Turki.
Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) menilai aksi percobaan kudeta oleh militer Turki yang terjadi Jumat malam(15/7) waktu setempat telah mencederai makna demokrasi di negara tersebut.
"ICMI mengajak elemen demokrasi yang beradab di mana saja untuk mengutuk keras percobaan kudeta oleh militer Turki terhadap pemerintahan yang sah," kata Ketua Umum ICMI, Jimly Asshiddiqie seperti dikutip dari Antara, Minggu (17/7).
Jimly juga mengajak semua pihak untuk mendoakan agar rakyat Turki menjadi kuat dalam menghadapi segala ancaman yang datang ke negeri mereka. "Kita doakan rakyat Turki kuat menghadapi segala ancaman dan pada saatnya dapat mengatasi kudeta dengan sebaik-baiknya," kata dia.
Jimly menuturkan, bercermin dari kasus kudeta militer di Turki dan beberapa kawasan Timur Tengah lainnya seperti Mesir, semakin memberi keyakinan kepada rakyat Indonesia jika negara ini bisa menjadi simbol negara demokrasi terbesar ketiga dan bangsa Muslim yang demokratis terbesar di dunia.
Menurut dia, selama ini sejarah mencatat bahwa di Indonesia peradaban demokrasi dapat tumbuh secara baik dalam suasana yang cenderung damai.
"Terbukti kan, hanya di dan dari Indonesia, peradaban demokrasi dapat tumbuh sehat dan alamiah sebagai sumber inspirasi bagi dunia, khususnya dunia Islam," ucap dia.
Baca juga:
Hamas serukan dukungan untuk Erdogan
Erdogan desak AS tangkap ulama diduga dalang kudeta Turki
Tentara Turki jadi bulan-bulanan warga sipil hingga babak belur
Kudeta Turki menyisakan 60 orang tewas, 754 tentara ditahan
Drama Kudeta Turki: Gulen vs Erdogan dari kawan jadi lawan