Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kudeta Turki menyisakan 60 orang tewas, 754 tentara ditahan

Kudeta Turki menyisakan 60 orang tewas, 754 tentara ditahan Perlawan warga sipil terhadap kudeta militer di Turki. ©2016 REUTERS

Merdeka.com - Pemerintah Turki mengumumkan data terbaru selepas upaya kudeta segelintir personel militer berakhir, Sabtu (16/7) pagi waktu setempat. Dilaporkan 60 orang tewas, 40 di antaranya adalah warga sipil yang berupaya membela Presiden Reccep Tayyip Erdogan. Sedangkan sisanya adalah polisi dan tentara dari dua kubu yang tewas akibat tembak-menembak.

Pemerintah menahan 754 tentara yang diduga terlibat upaya kudeta. Sampai sekarang aktor intelektual penggulingan pemerintah Turki ini belum diumumkan kepada publik.

Aljazeera melaporkan Erdogan telah sepenuhnya menguasai keadaan. Dia disambut ribuan pendukungnya di Kota Istambul selepas berhasil kabur dari upaya pemboman di Hotel Marmaris, pesisir Turki.

"Kudeta ini adalah pengkhianatan terhadap negara," kata Erdogan dalam konferensi pers setibanya di Istambul. "Saya pastikan setiap orang yang terlibat akan membayar mahal."

Presiden Turki memerintahkan jajarannya untuk memeriksa setiap perwira dan pejabat tinggi militer diduga terlibat. Selain itu, Erdogan menuding upaya kudeta militer yang sempat menguasai Ibu Kota Ankara dan Istambul didalangi oleh pendukung ulama Fethullah Gulen. Sosok itu adalah rival politik Erdogan yang kini mengasingkan diri di Amerika Serikat.

Kudeta ini gagal, terutama karena rakyat di pelbagai kota bangkit melawan ancaman jam malam tentara. Perlawanan dilaporkan terjadi di Ibu kota Ankara, Istambul, hingga Gaziantep. Korban sipil paling banyak jatuh akibat bom dekat Parlemen Turki, serta penembakan helikopter yang dibajak tentara pro-kudeta di Ankara. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP