HIPMI Karawang Soroti Dampak Pemadaman Listrik Terhadap Produktivitas Usaha
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Karawang menyuarakan kekhawatiran atas dampak pemadaman listrik yang mengganggu aktivitas bisnis, menuntut PLN lebih memperhatikan jam produktif.
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mendesak PT PLN (Persero) untuk memperhatikan jam-jam produktif. Permintaan ini terkait pemadaman listrik bergilir yang mengganggu sektor usaha dan industri di wilayah tersebut.
Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Karawang, David, menyatakan bahwa pemadaman listrik selama dua pekan terakhir sangat mengganggu aktivitas bisnis. Banyak pelaku usaha di Karawang mengeluhkan dampak negatifnya terhadap operasional mereka.
Dampak pemadaman listrik ini meliputi terganggunya proses produksi, pelayanan pelanggan, hingga potensi kerugian finansial. HIPMI berharap komunikasi dan antisipasi yang lebih baik dari PLN untuk menjaga keberlangsungan usaha.
Gangguan Operasional Akibat Pemadaman Listrik Karawang
David, Ketua Umum BPC HIPMI Karawang, mengungkapkan bahwa pemadaman listrik selama dua pekan terakhir jelas mengganggu aktivitas dunia usaha. Sejumlah pelaku usaha, terutama di sektor industri, telah banyak mengeluhkan dampak ini. Mereka merasakan betul kerugian operasional akibat pasokan listrik yang tidak stabil.
Pemadaman listrik mengakibatkan terganggunya proses produksi dan pelayanan kepada pelanggan. Selain itu, potensi kerugian akibat terhentinya aktivitas usaha selama pemadaman juga menjadi perhatian serius. Banyak pengusaha yang sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil untuk operasional mereka.
"Banyak teman-teman pengusaha yang menyampaikan keluhan kepada kami. Pemadaman listrik ini sangat mengganggu operasional usaha," kata David. Ia menekankan bahwa listrik adalah kebutuhan dasar bagi dunia usaha. Oleh karena itu, setiap pemadaman seharusnya diinformasikan lebih awal.
Pemadaman listrik yang berlangsung selama tiga hingga lima jam cukup mengganggu sektor usaha dan industri. Terutama jika terjadi pada jam-jam produktif seperti pukul 08.00-15.30 WIB. Pemadaman ini menyasar berbagai area, termasuk kawasan industri dan pusat layanan publik.
Harapan HIPMI dan Penjelasan PLN Terkait Pemadaman Listrik Karawang
HIPMI Karawang berharap PLN dapat meningkatkan kualitas pelayanan serta memberikan kepastian kepada pelanggan. Khususnya pelaku usaha yang membutuhkan keandalan pasokan listrik. Hal ini penting untuk menjaga produktivitas dan keberlangsungan bisnis mereka.
"Para pengusaha tentu memahami jika ada perbaikan atau gangguan teknis. Namun yang menjadi perhatian adalah dampaknya terhadap kegiatan usaha. Kami berharap ada komunikasi yang lebih baik. Serta langkah antisipasi agar dunia usaha tidak terlalu dirugikan," ucap David.
Organisasi pengusaha muda ini juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan penanganan gangguan listrik. Tujuannya agar kejadian serupa tidak terus berulang. Pemadaman listrik tidak boleh menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Asisten Manajer Keuangan dan Umum PT PLN UP3 Karawang, Wahyu NF, menyampaikan permohonan maaf. Permohonan maaf ini sehubungan masih adanya pemadaman bergilir di wilayah Karawang. Ia menjelaskan bahwa pemadaman dilakukan karena kendala teknis operasional pada pembangkit.
Sumber: AntaraNews