Hinca Panjaitan: 5 Tahun Berturut-turut Sumut Juara Nasional Penyalahgunaan Narkoba
Hinca menilai, hal ini bisa terjadi lantaran banyaknya perkebunan di wilayah Sumut.
Anggota Komisi III DPR Hinca Panjaitan menyoroti provinsi dengan prevalensi narkoba tertinggi berada di Sumatera Utara. Dia menyebut sudah lima tahun berturut-turut Sumut menyandang juara tertinggi.
Hal itu disampaikan Hinca saat rapat kerja Komisi III dengan Kepala BNN Marthinus Hukom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/5).
"Begitu melihat perkembangan prevalensi penyalahgunaan narkoba Sumatera Utara lima tahun berturut-turut juara nasional terus ini," kata Hinca diiring tawa peserta rapat.
Hinca menilai, hal ini bisa terjadi lantaran banyaknya perkebunan di wilayah Sumut. Politikus Demokrat ini mendorong BNN untuk menggalakkan sistem intelijen untuk menuntaskan peredaran narkoba.
"Juara terus ini, nah juara nasional masuk akal hasil penelitian saya Pak Marthin, kami paling banyak penggunanya karena banyak kebun di kami dan banyak nelayan di kami. Karena itu, kalau dia makan itu tambah tenaganya bonus dapat dan seterusnya," ujar Hinca.
"Dari sini saya ingin berangkat ke spiritnya Pak Marthin, saya setuju the best way untuk bertahan adalah intelijen dan saya percaya kemampuan Pak Marthin selama memimpin yang kemarin itu ini hal yang mudah. Ini menurut saya karena pengalaman Pak Marthin untuk bidang ini," imbuhnya.
10 Daerah Rawan Penyelundupan Narkoba
Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) menetapkan 10 daerah yang menjadi prioritas penyelundupan narkoba. Hal ini disampaikan Kepala BNN Marthinus Hukom saat rapat dengan Komisi III DPR.
10 titik wilayah prioritas pengawasan penyelundupan narkoba itu adalah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Setalan, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan seluruh Pantai Sisi Barat Sulawesi.
"10 titik wilayah ini ada wilayah yang paling rawan menjadi pilihan jalur penyelundupan narkoba oleh jaringan narkoba internasional," kata Marthinus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/5).
Dia menjelaskan, penangkapan dan operasi BNN selama ini menyatakan bahwa hasil-hasil sitaan sebagian besar berasal dan masuk melalui 10 titik tersebut.
Marthinus menerangkan, dengan hal itu BNN memfokuskan kegiatan intelijen untuk pemetaan pintu-pintu masuk area penyelundupan narkoba. Kemudian, memetakan orang-orang yang berpotensi terlibat atau direkrut sindikat jaringan narkoba.