Heboh Mantan Tentara Israel Bangun Villa di Bali, Bikin Netizen Panas!
Viral video dua warga negara asing diduga mantan anggota Pasukan Pertahanan Israel (IDF) membangun vila di Pulau Bali.
Viral video dua warga negara asing diduga mantan anggota Pasukan Pertahanan Israel (IDF) membangun vila di Pulau Bali. Dalam video yang beredar di instagram @inf_official00, menarasikan kedua mantan tentara negara Zionis itu membangun bisnis vila di Bali.
"Pasangan mantan IDF yang sedang berada di Bali, membangun bisnis vila disana," tulis akun tersebut.
Netizen panas melihat postingan tersebut. Netizen memberikan komentar pedas mengenai kabar sejoli membangun villa di Bali.
"Jangan sampe beranak pinak di bali, usiirr...," kata akun @makpink_31
"Orang Bali ga takutkah Israel bakal mengakui Bali pulau yg di janjikan," tambah akun @eli_alimah12
Polisi Turun Tangan
Sementara, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy mengatakan kepolisian bisa melakukan pengawasan bila ada pelanggaran, yaitu adanya dugaan vila illegal. Dia menyebut bila benar ada pelanggaran maka bisa ditindaklanjuti.
"Semua aturan yang diatur tidak nanya ada dan kewenangan polisi. Iya berarti polisi berwenang dalam hal pengawasan dan dalam hal tindak lanjutnya, ketika ada pelanggaran," kata Kombes Ariasandy, di Denpasar, Bali, Kamis (17/7).
Polisi akan menelusuri kebenaran informasi yang viral tersebut mengenai mantan tentara Israel membangun villa di Pulau Dewata.
"Nanti kita cek dulu kebenaran informasinya. Intinya, setiap pelanggaran yang di mana Polri berwenang untuk menindaklanjuti atau mengawasi itu pasti (ditindak)," imbuhnya.
Ariasandy menambahkan, polisi bakal mengumpulkan bukti-bukti pelanggaran sejoli tersebut sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.
"Kan begini, informasi yang ada itu dilidik dulu, dipelajari dan digelar dulu apa ada indikasi pidana atau tidak. Atau dia administrasi saja sifatnya. Kalau dia dalam gelar dianggap memenuhi unsur, pasti ditindaklanjuti penyidikannya," ujarnya.
"Pasti lidik-nya tetap ada, tindak lanjutnya ini pasti melalui proses. Iya kalau itu ada informasi tindak lanjutnya akan kita sampaikan," ujarnya.