LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Harga pangan naik, PDIP minta Jokowi evaluasi Mendag & Mentan

"Jangan buat rakyat makin susah dan menjerit menghadapi puasa dan lebaran," pinta Syukur Nababan.

2016-05-29 05:46:00
Harga Pangan
Advertisement

Ketua DPP PDIP Syukur Nababan menganggap Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian tidak bekerja secara maksimal. Dia menganggap kedua menteri tersebut belum mampu mengambil langkah yang tepat mengenai lonjakan harga-harga bahan pokok menjelang Bulan Ramadan.

"Kinerja menteri perdagangan dan menteri pertanian masih lemah dalam menstabilkan harga pangan menjelang puasa Ramadan dan Lebaran Hari Raya Idul Fitri 2016, karena harga pangan melonjak tinggi. Seharusnya naiknya harga bawang serta harga pangan lainnya tiap tahun terus berulang, padahal itu bukan kejadian force majeure atau kejadian alam yang tidak bisa diprediksi," ungkap Syukur kepada wartawan, Jakarta, Minggu (29/5).

Anggota Komisi V DPR permasalahan ini terus berulang tiap tahun. Dalam hal ini dia menilai negara tak serius tangani kebutuhan rakyat.

"Kalau kejadian tiap tahun naik dan tidak bisa dikendalikan pemerintah, menurut saya di mana negara hadir. Negara harusnya hadir memberikan kenyamanan untuk rakyat Indonesia. Misalkan, kalau bicara harga harus menjaga kestabilan harga jangan setiap Hari Raya naik harga. Oleh karena itu, tugas pemerintah untuk menjaga kestabilan harga pangan," tuturnya.

"Semua harus diperhitungkan, harus dicarikan solusi. Kejadian ini bukan force majeure, tapi ini kejadian berulang yang seharusnya bisa diantisipasi," imbuhnya.

Dia menyayangkan tidak terjalin baiknya koordinasi antar kementerian untuk menentukan arah kebijakan. Menurutnya problem setiap lembaga, badan, atau kementerian adalah sinergisitas dan koordinasi.

"Sehingga ini yang harus diselesaikan untuk membangun sinergisitas, koordinasi dan membangun sebuah data yang sama. Jadi jangan sampai menteri pertanian pikirannya apa, menteri perdagangan pikirannya apa, datanya apa, di sana apa itu yang menjadi masalah sehingga saling salah-salahan," ujarnya.

Maka dari itu Syukur meminta agar Presiden Jokowi berani mengevaluasi kinerja para menterinya. ‎Sebab mengevaluasi menteri bukan ranah partainya.

"Jangan buat rakyat makin susah dan menjerit menghadapi puasa dan lebaran," ungkapnya.

Baca juga:
Stok surplus, DPR sesalkan keputusan pemerintah impor bawang merah
Pemerintah Jokowi rajin impor demi harga pangan murah saat Lebaran
Impor pangan, Bulog keluar duit hingga USD 300 juta per tahun
Jelang puasa, harga bawang putih dan cabai merah diprediksi naik
Jokowi ingin harga bawang Rp 25.000/Kg, pemerintah impor 2.500 ton

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.