Jelang puasa, harga bawang putih dan cabai merah diprediksi naik
Merdeka.com - Menjelang datangnya bulan puasa, harga bawang putih dan cabai merah diprediksi mengalami kenaikan. Naiknya dua komoditi dipicu berbagai faktor seperti cuaca.
Selain itu, musim hujan yang belum usai akan mempengaruhi hasil panen dan pasokan dari sentra cabai. Sementara, pasokan bawang putih yang diimpor dari China dan India kurang berjalan lancar.
Kendati harga di negara asal telah turun karena datangnya masa panen, namun kenyataannya di Indonesia belum turun. Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Solo agar inflasi bisa dikendalikan.
Ketua TPID Solo Bandoe Widiarto mengatakan, pihaknya telah memetakan sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang inflasi terbesar saat Ramadan dan Lebaran. Diantaranya daging ayam, beras, bawang merah, bawang putih, cabai, telur, minyak goreng dan gula pasir.
Pihaknya meminta data langsung kepada para distributor untuk memetakan pasokan. TPID, kata Bandoe, juga menggandeng Polri, TNI, dan Kejaksaan sebagai aparat penegakan hukum guna ikut membantu mengawasi hambatan terhadap jalur distribusi, termasuk mewaspadai adanya aksi penimbunan.
"Kabupaten di sekitar Solo juga kami libatkan, karena pengendalian inflasi itu saling terkait dan tidak bisa sendiri sendiri. Kami juga akan melakukan sidak lapangan terhadap ketersediaan pasokan di pasar pasar tradisional," ujar Bandoe di Solo, Selasa (24/5).
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Solo ini tak ingin inflasi yang cukup tinggi saat Ramadan 2015 lalu kembali terulang. Inflasi yang semula 0,53 persen di Juni naik signifikan menjadi 0,96 persen di Juli. Dia optimis inflasi tidak lebih tinggi dari tahun lalu mengingat sejumlah komoditi sampai kini masih stabil. Seperti stok beras, sesuai keterangan Bulog cukup sampai lima bulan ke depan.
"Bawang merah juga cenderung turun karena daerah produsen mulai panen. Pasokan gula pasir kami prediksi akan aman karena tiga pabrik gula di Sragen, Klaten, dan Karanganyar awal Juni memasuki musim giling," jelas dia.
Sementara itu, Deputi Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Solo Taufik Amrozy menambahkan, harga bawah putih di Solo saat ini masih di kisaran Rp 30.000-33.000 per kg. Namun di tataran konsumen, harganya masih dikisaran Rp 35.000-40.000 per kg. Sedangkan, harga cabai merah besar masih Rp 15.000 per kg dan di tingkat eceran mencapai Rp 20.000-25.000 per kg.
"Kami menghimbau masyarakat untuk hemat dan tidak berbelanja berlebihan saat bulan puasa dan Lebaran. Sehingga, harga kebutuhan pokok dapat tetap stabil dan angka inflasi tetap terkendali," pungkas Bandoe.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya