LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Hadiri sidang, istri jenderal pelapor wanita hamil melengos diberi koin Rp 2,5 juta

Sejumlah orang dari Tim LBH Apik menendang-nendang kotak uang itu. Setelah pecah, sejumlah uang koin dilemparkan ke mobil, sementara mobil lalu pergi menuju ke Jalan Veteran. Kericuhan mulai reda, setelah tim LBH Apik mulai membubarkan diri.

2018-08-29 17:12:12
Penipuan
Advertisement

Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilaporkan seorang istri jenderal di Bekasi, Jawa Barat mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Bekasi, Rabu (29/8). Sidang perdana dengan agenda pemeriksaan saksi.

Berdasarkan pantauan merdeka.com, sidang dimulai pukul 13.00 WIB, dan baru selesai 15.30 WIB. Terjadi kericuhan setelah jalannya persidangan yang digelar di lantai dua gedung PN Bekasi di Jalan Pramuka, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi ini.

Kericuhan bermula ketika tim kuasa hukum dari terdakwa FT (22) ingin menyerahkan uang berbentuk koin senilai Rp 2,5 juta dalam boks kepada pelapor, DW ketika turun tangga. DW diketahui adalah istri dari seorang jenderal.

Advertisement

Sejumlah orang lalu mencoba menghalangi Tim Kuasa Hukum yang hendak menyerahkannya. Adu mulut kedua belah pihak tak terhindarkan. Kericuhan berlanjut sampai ke depan pengadilan.

Tim Kuasa Hukum FT dari LBH Apik mengadang sebuah mobil yang diduga ditumpangi DW. Mereka bersikukuh ingin memberikan uang tunai di dalam kotak plastik senilai Rp 2,5 juta. Uang lalu diletakkan di tengah jalan persis di depan mobil Terano.

Advertisement

Sejumlah orang dari Tim LBH Apik menendang-nendang kotak uang itu. Setelah pecah, sejumlah uang koin dilemparkan ke mobil, sementara mobil lalu pergi menuju ke Jalan Veteran. Kericuhan mulai reda, setelah tim LBH Apik mulai membubarkan diri.

"Kami hanya ingin mengembalikan uang," sebut seorang dari tim LBH Apik di depan PN Bekasi, Rabu (29/8).

Selama persidangan, awak media tidak bisa masuk ke ruangan sidang karena penuh sesak dengan sejumlah orang diduga pengawal pelapor. Sampai pelapor menuju mobilnya, awak media begitu kesulitan melihat sosok DW.

Uang yang dimaksud adalah uang yang ditransfer oleh DW untuk membeli batik kepada FT melalui online. Sebelum dikembalikan karena pesanan batik tidak bisa dipenuhi tepat waktu, rupanya DW melapor ke polisi atas tuduhan penipuan penggelapan.

Saat ini FT tengah mengandung tujuh bulan. Buah hatinya yang kedua. Anak pertamanya berusia dua tahun. FT yang tak memiliki suami mencari nafkah dengan berjualan batik secara online.

Baca juga:
Ibu hamil dibui karena Rp 2,5 juta dijemput ajudan istri jenderal, dibawa ke 3 Polsek
Gara-gara duit Rp 2,5 juta, istri jenderal penjarakan ibu hamil
Kuasa hukum sesalkan FT yang sedang hamil besar ditahan karena istri jenderal
Polisi cari sopir taksi yang lipat gandakan tarif kepada atlet Asian Games
Polda Metro pastikan kasus penipuan diduga libatkan Prasetio Edi masih berjalan
Sopir taksi tipu atlet Asian Games, argo dibanderol 10 kali lipat
Pemuda di Sleman gelapkan mobil untuk beli mahar pesugihan

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.