Gunung Dukono Erupsi, PVMBG Pastikan Tak Ganggu Penerbangan
Penerbangan pesawat kini sudah memakai data yang dirilis di laman www.magma.vsi.esdm.go.id dalam memantau aktivitas gunung vulkanik.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan tak ada aktivitas penerbangan pesawat di sekitar Gunung Dukono, Halmahera Utara. Dengan demikian, tak ada gangguan lalu lintas penerbangan akibat erupsi.
"Untuk sebaran abu saat ini masih berkisar di area Gunung Dukono dan untuk penerbangan saat ini belum dilaporkan adanya penutupan bandara karena di sekitar sana juga tidak ada aktivitas untuk penerbangan," kata Ketua Tim Kerja Gunung Api PVMBG, Heruningtyas Desi Purnamasari atau Tyas, Jumat (8/5).
Sementara itu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Siti Sumilah Rita Susilawati, mengatakan penerbangan pesawat kini sudah memakai data yang dirilis di laman www.magma.vsi.esdm.go.id dalam memantau aktivitas gunung vulkanik.
"Kalau di Magma itu sebetulnya ada informasi ya, jadi penerbangan pun sudah mempergunakan data Magma. Kalau ada abu ya mana yang daerah berbahaya itu di Magma sudah ada gitu," ucap dia.
2 WNA dan 1 WNI Meninggal
Sebelumnya, dikabarkan ada dua WNA asal Singapura dan satu WNI yang meninggal dunia akibat erupsi Gunung Dukono pada Jumat (8/5).
Erupsi yang terjadi itu disertai suara dentuman lemah hingga kuat. Aktivitas ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 34 milimeter dan durasi 967.56 detik.
Kolom erupsi yang terlihat berwarna putih, kelabu, hingga hitam dengan intensitas tebal, mencapai ketinggian sekitar 10.000 meter di atas puncak.
Arah sebaran abu condong ke utara, sehingga wilayah permukiman dan Kota Tobelo harus diwaspadai karena berisiko terkena hujan abu vulkanik.