Gubernur Sulteng: 18.724 Mahasiswa Terima Beasiswa Sulawesi Tengah Lewat Program Berani Cerdas 2025
Gubernur Anwar Hafid mengumumkan 18.724 mahasiswa telah menerima Beasiswa Mahasiswa Sulawesi Tengah melalui program Berani Cerdas 2025, mendekati target 23.000 penerima tahun ini, sekaligus memperkuat komitmen pendidikan daerah.
Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid mengumumkan pencapaian signifikan dalam sektor pendidikan daerah. Sebanyak 18.724 mahasiswa di wilayah tersebut telah menerima manfaat Beasiswa Mahasiswa Sulawesi Tengah melalui program "Berani Cerdas" pada tahun 2025. Pengumuman ini disampaikan saat kunjungan kerja di Sigi pada Kamis (25/12), menunjukkan komitmen pemerintah provinsi dalam mendukung akses pendidikan tinggi.
Program "Berani Cerdas" sendiri menargetkan total 23.000 mahasiswa sebagai penerima beasiswa sepanjang tahun 2025. Angka 18.724 penerima yang telah terealisasi ini menunjukkan kemajuan pesat menuju target tersebut, dengan harapan dapat memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas. Khususnya untuk Kabupaten Sigi, tercatat 1.694 mahasiswa telah menjadi bagian dari penerima beasiswa ini.
Inisiatif ini merupakan bagian integral dari upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat. Melalui dukungan finansial ini, diharapkan tidak ada lagi hambatan biaya bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu untuk melanjutkan studi. Program ini juga mencerminkan sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam mewujudkan pembangunan yang merata.
Capaian Program Beasiswa Berani Cerdas di Sulawesi Tengah
Program "Berani Cerdas" dirancang sebagai langkah strategis Pemerintah Provinsi Sulteng untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang unggul, kompetitif, dan inklusif. Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa beasiswa ini adalah "kado cinta" pemerintah untuk rakyat, memastikan pendidikan adalah hak, bukan pilihan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan dan membangun generasi muda yang berani bermimpi serta cerdas dalam bertindak.
Hingga akhir Desember 2025, target penerima Beasiswa Mahasiswa Sulawesi Tengah melalui program ini adalah 23.000 mahasiswa. Realisasi 18.724 penerima menunjukkan bahwa sebagian besar target telah tercapai, menandakan efektivitas penyaluran program. Angka ini mencakup 1.694 mahasiswa dari Kabupaten Sigi, yang merupakan salah satu daerah fokus dalam program ini.
Pemerintah provinsi telah mengalokasikan anggaran yang memungkinkan setiap mahasiswa menerima bantuan sebesar Rp4 juta per semester atau Rp8 juta per tahun. Gubernur Anwar Hafid juga memastikan bahwa beasiswa ini tanpa syarat khusus, dengan penekanan pada keinginan mahasiswa untuk kuliah. Persyaratan pendaftaran telah dilonggarkan, termasuk penurunan syarat IPK dan penambahan batas usia pendaftar, untuk memudahkan akses masyarakat.
Sinergi Pembangunan dan Program Lain di Kabupaten Sigi
Selain fokus pada Beasiswa Mahasiswa Sulawesi Tengah, Pemerintah Provinsi Sulteng juga menggalakkan program lain untuk kesejahteraan masyarakat. Dalam sektor kesehatan, program "Berani Sehat" terus mendorong dan membantu Pemerintah Kabupaten Sigi mencapai cakupan Universal Health Coverage (UHC) hingga 80 persen. Ini adalah upaya untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang layak dan merata.
Pada sektor infrastruktur, program "Berani Lancar" telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp214 miliar untuk pembangunan dan peningkatan jalan di Kabupaten Sigi. Ruas jalan yang menjadi prioritas antara lain Jalan Guru Tua, Jalan Desa Toru, dan Jalan Gimbu. Peningkatan infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Gubernur Anwar Hafid menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan kepada masyarakat. Ia memproyeksikan Kabupaten Sigi memiliki potensi besar untuk menjadi basis pertanian di Sulawesi Tengah pada masa depan. Posisi strategis Sigi sebagai daerah penyangga ibu kota provinsi harus dikelola optimal agar pembangunan lebih terencana dan terkoordinasi.
Rencana Pembangunan Infrastruktur Penghubung Antardaerah
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tidak berhenti pada capaian saat ini, melainkan terus merencanakan pembangunan jangka panjang. Pada tahun 2026, akan ada rencana pembangunan infrastruktur penghubung antardaerah melalui program TNI Manunggal Desa (TMD). Program ini bertujuan untuk menghubungkan Kabupaten Sigi dan Parigi Moutong, memperlancar mobilitas dan distribusi barang serta jasa.
Pelaksanaan program TMD ini akan melibatkan kerja sama multipihak yang kuat. Kolaborasi akan terjalin antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Kodam Palaka Wira, Pemerintah Kabupaten Sigi, dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. Sinergi ini menunjukkan pendekatan komprehensif dalam pembangunan daerah yang melibatkan berbagai elemen pemerintahan dan militer.
Dengan adanya program-program pembangunan infrastruktur ini, diharapkan konektivitas antarwilayah di Sulawesi Tengah semakin meningkat. Hal ini tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat integrasi sosial dan budaya antar masyarakat di berbagai kabupaten. Perencanaan yang matang ini menjadi bukti visi jangka panjang pemerintah daerah.
Sumber: AntaraNews