Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Penanganan Pascabencana Banjir Bone
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman meninjau langsung lokasi terdampak Banjir Bone dan menyerahkan bantuan kedaruratan senilai Rp1 miliar untuk penanganan pascabencana.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, meninjau langsung lokasi terdampak bencana di Kabupaten Bone pada Sabtu (9/5). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan pascabencana Banjir Bone berjalan efektif dan memberikan dukungan langsung kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyerahkan bantuan kedaruratan senilai Rp1 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Bone. Bantuan ini ditujukan khusus untuk tanggap bencana dan upaya pemulihan di beberapa kecamatan yang terdampak parah akibat Banjir Bone.
Selain bantuan finansial, Gubernur Sulsel juga menyalurkan 500 paket sembako dan santunan kepada warga terdampak. Bantuan ini diserahkan di Posko Utama Kelurahan Panyula, Bone, sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap korban Banjir Bone.
Dukungan Kedaruratan dan Sosial bagi Korban Banjir
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam membantu masyarakat yang terkena musibah banjir. Bantuan kedaruratan sebesar Rp1 miliar diserahkan langsung kepada Pemerintah Kabupaten Bone untuk mempercepat proses pemulihan. Dana ini akan digunakan untuk berbagai kebutuhan mendesak pascabencana.
Selain itu, Gubernur juga menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa warga Bone, terutama terkait adanya korban jiwa. Ia memastikan bahwa pemerintah akan terus hadir dan berupaya meringankan beban masyarakat yang terdampak.
Sebanyak 500 paket sembako disalurkan kepada keluarga yang membutuhkan di Posko Utama Kelurahan Panyula. Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan. Santunan juga diberikan kepada keluarga korban jiwa untuk membantu meringankan beban mereka.
“Saya mengimbau masyarakat tetap tenang dan saling mendoakan, bahwa dari lokasi bencana tetap sabar mudah-mudahan ada hikmah dari musibah ini,” ujar Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.
Dampak Banjir Bone dan Upaya Evakuasi
Banjir Bone melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bone setelah hujan deras mengguyur sejak Kamis (7/5) malam. Curah hujan tinggi menyebabkan meluapnya air dan merendam permukiman warga di beberapa kecamatan.
Setidaknya tiga kecamatan terdampak parah akibat bencana ini, yaitu Tanete Riattang, Tanete Riattang Timur, dan Tanete Riattang Barat. Ribuan rumah terendam dan aktivitas warga terganggu oleh Banjir Bone.
Musibah Banjir Bone ini juga mengakibatkan dua korban jiwa, seorang perempuan lansia dan seorang bocah laki-laki berusia enam tahun. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan belasungkawa dan turut berduka cita atas kehilangan ini.
Data sementara menunjukkan 67 warga telah dievakuasi dari tujuh lokasi terdampak di Kota Watampone. Lokasi-lokasi tersebut meliputi Kelurahan Panyula, Biru, Masumpu, Toro, Bajoe, Jalan Sambaloge Baru, dan Jalan Yos Sudarso. Upaya evakuasi terus dilakukan untuk memastikan keselamatan seluruh warga dari Banjir Bone.
Sumber: AntaraNews