Gubernur Soroti Peningkatan Konektivitas Perbatasan Kalimantan Barat dan IPM di Kapuas Hulu
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyoroti pentingnya peningkatan Konektivitas Perbatasan Kalimantan Barat dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kapuas Hulu dalam Safari Ramadhan, membuka potensi ekonomi dan akses IKN.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, baru-baru ini menyoroti urgensi peningkatan konektivitas di wilayah perbatasan. Fokus utama adalah pembangunan serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Kapuas Hulu. Hal ini disampaikannya dalam agenda Safari Ramadhan 1447 Hijriah, Minggu, 22 Februari 2026.
Kunjungan kerja ini dilakukan di Kapuas Hulu, sebuah daerah yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia. Ria Norsan menekankan posisi strategis Kapuas Hulu sebagai penjaga kedaulatan negara. Wilayah ini juga memiliki potensi besar menjadi motor penggerak ekonomi kawasan melalui penguatan konektivitas dan pengembangan potensi lokal.
Peningkatan konektivitas dan pengembangan potensi lokal menjadi kunci utama. Gubernur berharap pembangunan ini dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat setempat. Beliau mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan di tengah keberagaman demi menjaga kondusivitas daerah.
Strategi Penguatan Konektivitas Perbatasan Kalimantan Barat
Salah satu fokus utama dalam upaya penguatan Konektivitas Perbatasan Kalimantan Barat adalah pembangunan infrastruktur jalan. Proyek jalan perbatasan yang menghubungkan Kalimantan Barat dengan Kalimantan Timur menjadi sorotan utama. Infrastruktur ini diharapkan mampu mempercepat akses menuju Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Gubernur Ria Norsan menyatakan bahwa pembangunan ini akan membuat Kapuas Hulu lebih dekat dan mudah menuju IKN Nusantara. Ini merupakan kemajuan signifikan bagi konektivitas regional. Akses yang lebih mudah diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan, terutama dalam dua tahun masa jabatannya.
Peningkatan aksesibilitas tidak hanya terbatas pada jalan. Pemerintah provinsi terus berupaya memperkuat fondasi pembangunan yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat. Hal ini juga didukung oleh tren positif indikator makro Kalimantan Barat, termasuk pertumbuhan ekonomi yang stabil dan pengendalian inflasi yang efektif.
Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia di Kapuas Hulu
Selain konektivitas, Gubernur Ria Norsan juga memberikan perhatian khusus terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat. Saat ini, IPM Kalbar berada pada angka 72,09. Angka ini menempatkan provinsi tersebut di urutan kelima di Pulau Kalimantan.
Kapuas Hulu diidentifikasi sebagai salah satu daerah yang IPM-nya masih memerlukan peningkatan signifikan. Indikator utama yang menjadi fokus adalah pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar. Kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan untuk mencapai target peningkatan IPM.
Pemerintah provinsi menargetkan peningkatan layanan publik di sektor pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas. Upaya ini merupakan bagian integral dari strategi pembangunan. Diharapkan dapat mengangkat kualitas hidup masyarakat perbatasan secara menyeluruh.
Tantangan dan Harapan Pembangunan Perbatasan
Wakil Bupati Kapuas Hulu, Sukardi, menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan Gubernur dan rombongan. Kunjungan tersebut menjadi motivasi kuat bagi masyarakat perbatasan untuk terus berupaya maju. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah provinsi terhadap daerah-daerah terluar.
Sukardi mengakui bahwa pembangunan di wilayah perbatasan menghadapi berbagai tantangan kompleks. Tantangan tersebut meliputi aksesibilitas yang sulit, keterbatasan infrastruktur, hingga kebutuhan pemberdayaan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah daerah membutuhkan dukungan berkelanjutan dari provinsi.
Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu sangat berharap dukungan dari pemerintah provinsi terus diperkuat. Dukungan ini mencakup peningkatan jalan dan jembatan, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta bantuan bagi UMKM dan koperasi. Kolaborasi ini esensial untuk pembangunan berkelanjutan di perbatasan.
Sumber: AntaraNews