Gubernur Banten Dorong Gerakan Hijau Sungai Cibanten, Libatkan Pemuda untuk Lingkungan Berkelanjutan
Gubernur Banten Andra Soni menginisiasi Gerakan Hijau Sungai Cibanten, mengajak generasi muda menanam pohon kelor demi ekosistem sungai yang lestari dan masa depan lingkungan yang lebih baik.
Gubernur Banten Andra Soni secara aktif mendorong penguatan Gerakan Hijau berkelanjutan di wilayahnya. Inisiatif ini berfokus pada penghijauan bantaran Sungai Cibanten untuk menjaga ekosistem. Langkah konkret ini juga bertujuan menyiapkan lingkungan lebih sehat bagi generasi mendatang.
Dorongan tersebut terwujud melalui dukungan terhadap Jaringan Nasional Pemuda Hijau. Organisasi ini memulai penanaman 100 pohon kelor di bantaran Kali Bedeng Kasemen, Kota Serang. Kegiatan ini menandai dimulainya penanaman berkelanjutan di kawasan perkotaan.
Gerakan menanam pohon dianggap sebagai langkah nyata yang perlu diperluas. Hal ini karena menyentuh langsung persoalan lingkungan, terutama degradasi ekosistem sungai. Andra Soni menekankan pentingnya peran serta anak muda yang memiliki tanggung jawab menjaga masa depan mereka, alamnya, dan buminya.
Pentingnya Penghijauan Sungai Cibanten dan Peran Pemuda
Andra Soni menilai penanaman pohon di bantaran sungai memiliki fungsi strategis. Ini tidak hanya sebagai penghijauan, tetapi juga untuk mencegah erosi. Selain itu, kegiatan ini menjaga kualitas tanah serta memperbaiki keseimbangan ekosistem sungai yang selama ini tertekan oleh aktivitas manusia.
“Menjaga sungai dan menanam pohon itu penting agar alam tetap terjaga,” ujar Andra Soni. Ia menambahkan, “Ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan.”
Gubernur Banten menegaskan bahwa keterlibatan anak-anak muda sangat krusial. Mereka memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga masa depan lingkungan. Gerakan menanam pohon ini adalah inisiatif baik yang harus ditindaklanjuti bersama.
Program Reforestasi dan Pemilihan Tanaman Bermanfaat
Pemerintah Provinsi Banten juga tengah menyiapkan penguatan program reforestasi. Fokus utamanya adalah wilayah pascatambang yang masih menghadapi persoalan kerusakan lingkungan. “Kami sedang merencanakan penanaman kembali atau reforestasi, terutama di daerah-daerah pascatambang,” kata Andra Soni. Ia menegaskan, “Ini tidak boleh dibiarkan, harus kita tanami kembali.”
Dalam pelaksanaan program lingkungan tersebut, Andra Soni menekankan pentingnya memilih jenis tanaman yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Manfaat tersebut mencakup aspek ekologis maupun nilai ekonomi. “Tanamannya harus yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Gubernur berharap ada masukan agar penanaman sesuai kebutuhan. Tujuannya adalah agar pohon yang ditanam memberikan manfaat nyata. Hal ini menunjukkan pendekatan holistik dalam Gerakan Hijau Sungai Cibanten.
Komitmen Jaringan Nasional Pemuda Hijau
Ketua Umum Jarnas Pemuda Hijau, G Borlak, menyampaikan komitmen organisasinya. Penanaman pohon di Sungai Cibanten adalah bagian dari gerakan berkelanjutan. Tujuannya menjaga keberlangsungan lingkungan hidup bagi generasi mendatang.
“Tujuan menanam ini adalah merawat lingkungan agar seluruh ekosistem tetap hidup,” kata G Borlak. Ia memperingatkan, “Kalau kita tidak menyiapkan bekal untuk anak cucu kita, maka kita sedang menyiapkan kehancuran.”
Secara nasional, Jarnas Pemuda Hijau telah menanam hampir 9.000 pohon di berbagai daerah. Khusus di Sungai Cibanten, ditargetkan sebanyak 1.500 pohon akan ditanam secara bertahap. Penanaman seremonial awal melibatkan 100 pohon.
Ketua Jarnas Pemuda Hijau Provinsi Banten, Agus, menambahkan rencana penanaman. Penanaman akan dilakukan dari hilir hingga hulu Sungai Cibanten. Gerakan ini juga akan diperluas ke sejumlah lahan kritis lainnya, termasuk bekas tambang.
Pohon kelor dipilih karena dinilai memiliki manfaat ekologis dan ekonomi. Manfaatnya antara lain menahan erosi bantaran sungai dan memperbaiki kualitas tanah. Kelor juga memiliki kandungan gizi yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber pangan dan produk herbal.
Sumber: AntaraNews