Gerakan Ayah Teladan: Mengapa Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak Sangat Krusial untuk Mencegah Stunting?
TP PKK Mataram mendukung Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) untuk memperkuat peran ayah dalam pengasuhan anak. Mengapa keterlibatan ayah krusial dalam pencegahan stunting?
TP PKK Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, secara aktif mendukung program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak secara holistik. Dukungan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan keluarga yang lebih seimbang dan responsif terhadap kebutuhan tumbuh kembang anak.
Ketua TP PKK Kota Mataram, Kinnastri Mohan Roliskana, menegaskan bahwa program GATI mendorong sosok ayah untuk lebih dominan dalam parenting. Keterlibatan aktif para ayah ini dianggap sebagai langkah strategis dalam upaya pencegahan stunting. Ini menjadi kunci penting untuk memastikan generasi muda tumbuh optimal.
Program ini tidak hanya berfokus pada pencegahan stunting, tetapi juga membangun ikatan emosional antara ayah dan anak. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kota Mataram, M Carnoto, turut menggencarkan GATI. Berbagai upaya sosialisasi telah dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran ayah dalam keluarga.
Pentingnya Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak
Kinnastri menjelaskan bahwa pendidikan dalam rumah tangga, khususnya pengasuhan anak, adalah tanggung jawab bersama ibu dan ayah. Ini menepis anggapan bahwa pengasuhan anak sepenuhnya hanya dibebankan kepada ibu. Ayah juga harus mengambil bagian aktif dalam setiap fase tumbuh kembang anak.
Salah satu contoh nyata adalah program "ayah antar sekolah anak" yang dicanangkan untuk tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan sederhana ini bisa menjadi awal bagi ayah untuk mendampingi tumbuh kembang anak. Saat mengantar, ayah dapat mengajarkan anak salam dan sapa kepada guru serta teman sebaya, yang merupakan bagian dari edukasi sosial.
Keterlibatan ayah dalam kegiatan seperti mengantar anak sekolah tidak hanya membangun peran ayah dalam pengasuhan. Ini juga menciptakan ikatan kuat antara ayah dan anak. Ayah bisa menjadi figur yang diandalkan dan dipercaya, membekali anak dengan modal untuk tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif di luar.
Dengan demikian, sosok ayah memiliki peran yang sangat kuat dalam pendidikan parenting keluarga. Kehadiran ayah yang aktif memberikan dampak positif signifikan pada perkembangan psikologis dan sosial anak. Ini juga mendukung pembentukan karakter anak yang mandiri dan berintegritas.
GATI: Upaya Kolaboratif Mencegah Stunting dan Membangun Keluarga Sehat
M Carnoto dari DP2KB Kota Mataram menekankan bahwa program GATI digencarkan sebagai upaya konkret mendukung tumbuh kembang anak. Program ini juga merupakan bagian integral dari strategi pemerintah daerah untuk menurunkan angka kasus stunting di Mataram. Ayah didorong untuk memantau aktif perkembangan anak.
Melalui GATI, ayah diharapkan ikut aktif memantau tumbuh kembang anak agar kasus stunting dapat dicegah secara efektif. Selain itu, ayah juga perlu aktif berkomunikasi dengan anak-anak, memastikan bahwa urusan anak tidak sepenuhnya diserahkan kepada ibu. Pembagian peran ini penting untuk keseimbangan keluarga.
Untuk meningkatkan peran ayah dalam keluarga melalui GATI, DP2KB melakukan sosialisasi masif. Sosialisasi ini melibatkan para kader, pihak kecamatan, kelurahan, dan berbagai pihak terkait lainnya. Pendekatan multi-pihak ini memastikan pesan pentingnya peran ayah tersampaikan luas.
DP2KB Kota Mataram bahkan berkolaborasi dengan Duta Generasi Berencana (GenRe) untuk membuat video pendek. Video ini menayangkan peran penting ayah dalam keluarga, menjadi media sosialisasi yang efektif. Tujuannya adalah mengajak ayah berpartisipasi aktif dalam pola asuh anak, demi mendukung tumbuh kembang optimal mereka.
Sumber: AntaraNews