LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Gara-Gara Tabung Oksigen, Perawat di Puskesmas Bandarlampung Dianiaya Tiga Orang

Keadaan perawat tersebut saat ini sedikit mengalami trauma dan sedang menjalani perawatan di RSUD Abdoel Moeloek.

2021-07-04 18:30:17
penganiayaan
Advertisement

Seorang tenaga kesehatan di Puskesmas Kedaton dipukuli tiga orang tidak dikenal. Perawat tersebut dianiaya dan dikeroyok oleh tiga orang tidak dikenal sekitar pukul 04.00 WIB di tempat kerjanya di Puskesmas Kedaton.

Berdasarkan informasi yang diterima Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Edwin Rusli, perawat bernama Rendi saat kejadian sedang melaksanakan piket. Kemudian datang tiga orang ingin meminjam tabung oksigen.

Namun, karena tidak ada pasien yang dibawa pelaku ke puskesmas, maka Rendi menanyakan keberadaan pasien. Bukannya mendapat jawaban, perawat itu mendapat pukulan di kepalanya.

Advertisement

"Pelaku bilang ada orang tua sakit dan mau pinjam tabung oksigen. Lalu ditanya oleh korban, pasiennya mana? Dijawab tidak ada, di rumah. Kemudian perawat menimpali di sini bukan tempat peminjaman tabung oksigen, kita puskesmas dan yang sakit disuruh dibawa ke puskemas namun si perawat malah di keroyok," kata dia. Dilansir Antara, Minggu (4/7).

Korban mengalami beberapa luka di bagian kepala dan kini sedang menjalani perawatan di RSUD Abdoel Moeloek.

Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana mengecam pemukulan terhadap tenaga kesehatan.

Advertisement

"Saya mengutuk keras penganiayaan terhadap Rendi salah satu perawat puskesmas di kota ini," kata Wali Kota.

Eva telah berkoordinasi dengan kepolisian agar kasus pengeroyokan perawat ini dapat diusut tuntas. Sebab, menurut keterangan korban, salah satu dari pelaku penganiayaan tersebut mengaku keluarga pejabat. Pemerintah Kota Bandarlampung akan mengawal kasus ini dan memberikan pendampingan hukum kepada perawat yang dianiaya.

"Kemungkinan mereka memaksa pinjam tabung oksigen untuk isolasi mandiri tetapi tidak begini caranya. Kalau memang ada yang rawat mandiri bilang kepada kelurahan atau kecamatan pasti akan kita layani dan rawat," kata dia.

Menurut dia, tim medis atau nakes tidak pantas diperlakukan seperti itu karena mereka telah bekerja 24 jam untuk melayani masyarakat bahkan seharusnya tenaga kesehatan dilindungi.

"Jadi siapa pun orangnya mau dia keluarga pejabat atau bukan tidak boleh melakukan tindakan seperti ini, apalagi tim medis kota ini sudah maksimal melakukan pelayanan siang malam untuk warga," kata dia.

Keadaan perawat tersebut saat ini sedikit mengalami trauma dan sedang menjalani perawatan di RSUD Abdoel Moeloek.

"Kita doakan saja Rendi (perawat) kondisinya membaik. Saya harap kejadian serupa tidak terjadi lagi di kota ini," kata dia.

Baca juga:
Merasa Direndahkan, Juru Parkir Tikam Pegawai KemenkumHAM yang Menumpang di Rumahnya
Airgun Pengemudi Pajero Buat Menakuti Sopir Truk Ditemukan
Polisi Temukan Senjata Api Dipakai Pengemudi Pajero Penganiaya Sopir Kontainer
Polisi Masih Cari Benda Diduga Senpi Saat Pengemudi Pajero Aniaya Sopir Truk
Dites, Kejiwaan Pengemudi Fortuner Aniaya Sopir Tronton Dalam Keadaan Sehat
Polisi Dalami Kepemilikan Pistol Dipakai Pengemudi Pajero Aniaya Sopir Kontainer

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.