FOTO: Ramadan di Tengah Pengungsian Korban Banjir Aceh
Ribuan warga di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, menjalani Ramadan di pengungsian setelah banjir dan tanah longsor melanda wilayah tersebut akhir tahun lalu
Anak-anak bermain kembang api samnil menunggu waktu berbuka puasa di dekat tenda-tenda yang didirikan untuk para korban banjir di kompleks sebuah masjid di Meurah Dua, distrik Pidie Jaya, provinsi Aceh, Sabtu (21/02/2026). (AFP/ Chaideer Mahyuddin)
Advertisement
Bulan Ramadan tahun ini dijalani dalam suasana berbeda oleh ribuan warga di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Hingga akhir Februari 2026, sekitar 32.000 orang masih tinggal di pengungsian setelah banjir dan tanah longsor besar melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada penghujung 2025.
Di Meurah Dua, deretan tenda berwarna oranye dan biru berdiri di kompleks masjid dan sejumlah titik lain. Foto udara pada 21 Februari 2026 memperlihatkan tenda-tenda tersebut menjadi hunian sementara bagi keluarga yang rumahnya rusak atau tertimbun lumpur. Aceh tercatat sebagai wilayah terdampak paling parah, dengan korban jiwa mencapai lebih dari 500 orang.
Aktivitas pemulihan masih berlangsung. Sejumlah warga membersihkan sisa lumpur yang mengeras di dalam rumah mereka dengan peralatan seadanya. Sebagian lainnya berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan, termasuk perlengkapan sekolah dan kitab belajar anak-anak yang rusak akibat terendam air.
Di tengah keterbatasan, Ramadan tetap dijalani dengan rutinitas yang dipertahankan. Menjelang berbuka puasa, anak-anak bermain di sekitar tenda dan halaman rumah yang masih berlapis lumpur kering. Di dalam tenda pengungsian, para ibu menyiapkan hidangan sederhana untuk berbuka, sementara sebagian warga menunaikan salat Asar sebelum waktu magrib tiba.
Advertisement
Saat azan berkumandang, keluarga-keluarga berbuka bersama dalam ruang terbatas. Pada malam hari, warga melaksanakan salat tarawih berjamaah di aula dan bangunan yang masih dapat digunakan. Kebersamaan dalam ibadah menjadi bagian penting dari upaya menjaga ketahanan sosial di tengah situasi darurat.
Advertisement
Ramadan di pengungsian menghadirkan tantangan tersendiri, namun juga memperlihatkan daya tahan masyarakat yang berusaha bangkit. Di antara tenda-tenda darurat dan rumah yang belum pulih, harapan untuk kembali ke kehidupan yang lebih stabil tetap dijaga.
Advertisement
Foto udara memperlihatkan tenda-tenda darurat berwarna oranye dan biru yang didirikan di kompleks masjid di Meurah Dua, Pidie Jaya, Aceh,Sabtu (21/02/2026), sebagai tempat tinggal sementara bagi korban banjir dan tanah longsor dahsyat yang melanda Sumatra akhir tahun lalu. AFP/ Chaideer Mahyuddin
Seorang warga menggali lumpur yang mengeras dari rumahnya yang rusak akibat banjir bandang di Meurah Dua, distrik Pidie Jaya, provinsi Aceh, Sabtu (21/02/2026). AFP/ Chaideer Mahyuddin
Rauzah, seorang ibu empat anak yang selamat dari banjir, memegang halaman kotor dari buku 'Iqra' yang digunakan anak-anak untuk belajar membaca Al-Quran, di rumahnya yang rusak di Meurah Dua, distrik Pidie Jaya, provinsi Aceh, Minggu (22/02/2026). AFP/ Chaideer Mahyuddin
Seorang anak beristirahat di ayunan sambil menunggu waktu berbuka puasa di atas lapisan lumpur yang mengeras di rumahnya yang rusak di Meurah Dua, distrik Pidie Jaya, provinsi Aceh, Sabtu (21/02/2026). AFP/ Chaideer Mahyuddin
Seorang wanita melakukan shalat Ashar di sela waktu menyediakan hidangan buka puasa di dalam tenda yang menampung para korban banjir di Meurah Dua, distrik Pidie Jaya, provinsi Aceh. Sabtu (21/02/2026). AFP/ Chaideer Mahyuddin
Anak-anak bermain kembang api samnil menunggu waktu berbuka puasa di dekat tenda-tenda yang didirikan untuk para korban banjir di kompleks sebuah masjid di Meurah Dua, distrik Pidie Jaya, provinsi Aceh, Sabtu (21/02/2026). AFP/ Chaideer Mahyuddin
Sebuah keluarga berbuka puasa Ramadan di tempat penampungan sementara bagi korban banjir di Meurah Dua, distrik Pidie Jaya, Sabtu (21/02/2026). AFP/ Chaideer Mahyuddin
Warga yang tinggal di tempat penampungan sementara bagi korban banjir melaksanakan salat tarawih berjamaah di sebuah aula di Meureudu, distrik Pidie Jaya, provinsi Aceh Sabtu (21/02/2026). AFP/ Chaideer Mahyuddin
Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.