FOTO: Potret Udara Sebulan Usai Banjir Bandang di Desa Sekumur Aceh Tamiang
anjir bandang yang menerjang Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, menyisakan kerusakan parah dan mengubah wajah permukiman warga secara drastis.
Area yang hancur akibat banjir bandang di Desa Sekumur, Aceh Tamiang, masih menyisakan pemandangan duka pada Senin, 29 Desember 2025. Lebih dari sebulan setelah bencana menerjang, jejak kerusakan terlihat jelas di hampir seluruh sudut desa yang berada di Kecamatan Sekerak tersebut.
Banjir bandang yang melanda wilayah Aceh Tamiang pada 26 November 2025 lalu membawa dampak besar bagi Desa Sekumur yang berada di kawasan daerah aliran sungai. Derasnya arus air menghantam permukiman warga yang berada di sepanjang bantaran sungai hingga menyebabkan desa ini nyaris lenyap.
Puluhan rumah warga terseret arus dan rata dengan tanah, menyisakan puing-puing bangunan serta bentang lahan terbuka yang sebelumnya merupakan kawasan hunian padat.Dari seluruh bangunan yang ada sebelum bencana, hanya 13 rumah warga dan satu masjid yang dilaporkan masih berdiri. Kondisi tersebut menggambarkan besarnya kekuatan banjir bandang yang datang secara tiba-tiba dan sulit diantisipasi oleh warga setempat.
Infrastruktur dasar desa, termasuk akses jalan dan fasilitas umum, juga mengalami kerusakan berat.Bencana ini memaksa sekitar 300 kepala keluarga dari Desa Sekumur dan wilayah sekitarnya meninggalkan tempat tinggal mereka. Para warga terdampak saat ini masih menjalani kehidupan di lokasi pengungsian dengan keterbatasan fasilitas, sembari menunggu kepastian terkait masa depan permukiman mereka.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait tengah menyusun langkah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Sejumlah opsi tengah dipertimbangkan, termasuk kemungkinan relokasi warga ke kawasan yang dinilai lebih aman dari ancaman banjir bandang. Proses ini diharapkan dapat menjadi langkah awal pemulihan kehidupan masyarakat Desa Sekumur yang terdampak bencana, sekaligus upaya mitigasi agar peristiwa serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.