Menlu Sugiono saat mengikuti pertemuan para menteri luar negeri dari negara-negara Muslim untuk membahas rencana perdamaian Gaza, di Istanbul Senin (03/11/2025) waktu setempat (AFP/ Ozan Kose)
Advertisement
Sejumlah menteri luar negeri dari negara-negara Muslim berkumpul di Istanbul, Turki, Senin (3/11/2025), untuk membahas rencana perdamaian dan masa depan Gaza. Pertemuan tingkat tinggi ini digelar di tengah kekhawatiran atas rapuhnya gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober lalu dalam perang dua tahun antara Israel dan Hamas.
Turki menjadi tuan rumah bagi para diplomat terkemuka, termasuk perwakilan dari Qatar, Pakistan, Arab Saudi, Turki, Yordania, Indonesia, dan Uni Emirat Arab. Mereka menyoroti meningkatnya pelanggaran gencatan senjata dan dampaknya terhadap stabilitas kawasan. Salah satu agenda utama pertemuan tersebut adalah membahas pembentukan pasukan stabilisasi internasional di Gaza. Pasukan ini diharapkan mampu menjaga ketertiban serta memastikan keberlanjutan gencatan senjata di wilayah yang masih dilanda ketegangan.
Advertisement
Sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober, situasi di Gaza tetap genting. Serangan-serangan terbaru Israel, yang menewaskan lebih dari seratus orang termasuk puluhan anak-anak, kembali menegaskan rapuhnya kesepakatan damai. Total, sedikitnya 236 warga Palestina telah kehilangan nyawa di Gaza sejak gencatan senjata dimulai.
Menteri Negara Urusan Luar Negeri Qatar Sultan bin Saad bin Sultan Al Muraikhi, Wakil Perdana Menteri Pakistan dan Menteri Luar Negeri Mohammad Ishaq Dar, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al-Saud, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi, Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono dan Menteri Negara Uni Emirat Arab (UEA) di Kementerian Luar Negeri Khalifa bin Shaheen Al Marar dari para menteri luar negeri dari negara-negara Muslim untuk membahas rencana perdamaian Gaza, di Istanbul, Senin (03/11/2025) waktu setempat AFP/ Ozan Kose
Menlu Sugiono saat mengikuti pertemuan para menteri luar negeri dari negara-negara Muslim untuk membahas rencana perdamaian Gaza, di Istanbul Senin (03/11/2025) waktu setempat AFP/ Ozan Kose
Menteri Negara Urusan Luar Negeri Qatar Sultan bin Saad bin Sultan Al Muraikhi, Wakil Perdana Menteri Pakistan dan Menteri Luar Negeri Mohammad Ishaq Dar, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al-Saud, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi, Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono dan Menteri Negara Uni Emirat Arab (UEA) di Kementerian Luar Negeri Khalifa bin Shaheen Al Marar dari para menteri luar negeri dari negara-negara Muslim untuk membahas rencana perdamaian Gaza, di Istanbul, Senin (03/11/2025) waktu setempat AFP/ Ozan Kose
(dari kiri) Menteri Negara Urusan Luar Negeri Qatar Sultan bin Saad bin Sultan Al Muraikhi, Wakil Perdana Menteri Pakistan dan Menteri Luar Negeri Mohammad Ishaq Dar, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al-Saud, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi, Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono dan Menteri Negara Uni Emirat Arab (UEA) di Kementerian Luar Negeri Khalifa bin Shaheen Al Marar berpose untuk foto keluarga selama pertemuan para menteri luar negeri dari negara-negara Muslim untuk membahas rencana perdamaian Gaza, di Istanbul Senin (03/11/2025) waktu setempat AFP/ Ozan Kose
Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.
Saat gencatan senjata sudah di depan mata, Israel masih terus melanjutkan genosida di Jalur Gaza. Ratusan orang tewas dibantai disejak gencatan diumumkan.
Israel dan Hamas resmi mencapai kesepakatan gencatan senjata yang akan mulai berlaku pada 19 Januari mendatang. Hal ini disambut tangis bahagia oleh warga Gaza.