Petugas Lewa Wildlife Conservancy (LWC) bersama petugas Kenya Wildlife Services (KWS) bersiap menangani badak putih yang dibius sebelum operasi pembuatan lekukan telinga badak di Lewa Wildlife Conservancy, Kabupaten Meru, Kenya, (13/05/2025) (Reuters/Thomas Mukoya)
Advertisement
Kenya Wildlife Service (KWS) mengadakan kegiatan penandaan telinga badak dengan cara operasi membuat lekukan pada telinga badak di Kawasan Konservasi Margasatwa Lewa yang terletak di utara Nairobi, ibu kota Kenya. KWS menyampaikan bahwa penandaan telinga akan dilakukan pada 40 ekor badak hitam dan putih untuk memastikan setidaknya 60 persen dari total populasi badak dapat diidentifikasi secara unik.
Advertisement
Badan konservasi negara itu menambahkan bahwa penandaan telinga badak merupakan aspek penting dari upaya konservasi badak, karena hal tersebut memungkinkan para pemantau badak melacak dan mengidentifikasi dengan mudah spesies yang terancam punah itu di wilayah taman nasional. KWS mengungkapkan bahwa Kenya memiliki populasi badak terbesar ketiga di dunia.
Badak putih betina yang ditembak obat bius dikawal helikopter sebelum operasi pembuatan lekukan telinga badak di Lewa Wildlife Conservancy, Kabupaten Meru, Kenya, (13/05/2025) Reuters/Thomas Mukoya
Petugas Lewa Wildlife Conservancy (LWC) bersama petugas Kenya Wildlife Services (KWS) bersiap menangani badak putih yang dibius sebelum operasi pembuatan lekukan telinga badak di Lewa Wildlife Conservancy, Kabupaten Meru, Kenya, (13/05/2025) Reuters/Thomas Mukoya
Petugas Lewa Wildlife Conservancy (LWC) bersama petugas Kenya Wildlife Services (KWS) bersiap menangani badak putih yang dibius sebelum operasi pembuatan lekukan telinga badak di Lewa Wildlife Conservancy, Kabupaten Meru, Kenya, (13/05/2025) Reuters/Thomas Mukoya
Petugas Lewa Wildlife Conservancy (LWC) bersama petugas Kenya Wildlife Services (KWS) menangani badak putih yang dibius sebelum operasi pembuatan lekukan telinga badak di Lewa Wildlife Conservancy, Kabupaten Meru, Kenya, (13/05/2025) Reuters/Thomas Mukoya
Petugas Lewa Wildlife Conservancy (LWC) bersama petugas Kenya Wildlife Services (KWS) menangani badak putih yang dibius sebelum operasi pembuatan lekukan telinga badak di Lewa Wildlife Conservancy, Kabupaten Meru, Kenya, (13/05/2025) Reuters/Thomas Mukoya
Operasi pembuatan lekukan telinga badak di Lewa Wildlife Conservancy, Kabupaten Meru, Kenya, (13/05/2025) Reuters/Thomas Mukoya
Badak putih betina setelah menjalani operasi pembuatan lekukan telinga badak di Lewa Wildlife Conservancy, Kabupaten Meru, Kenya, (13/05/2025) Reuters/Thomas Mukoya
Badak putih betina setelah menjalani operasi pembuatan lekukan telinga badak di Lewa Wildlife Conservancy, Kabupaten Meru, Kenya, (13/05/2025) Reuters/Thomas Mukoya
Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.
BKSDA Jawa Tengah melepasliarkan 25 ekor burung langka ke Papua dan Maluku. Satwa endemik itu umumnya diserahkan warga yang memeliharanya secara ilegal.
BKSDA Jawa Tengah melepasliarkan 25 ekor burung langka ke Papua dan Maluku. Satwa endemik itu umumnya diserahkan warga yang memeliharanya secara ilegal.