FOTO: Bupati dan Sekda Cilacap Ditahan KPK Usai Operasi Tangkap Tangan
Bupati dan Sekda Cilacap ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi setelah terjaring operasi tangkap tangan terkait dugaan pemerasan di lingkungan pemerintah daerah.
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Sekda Cilacap Sadmoko Danardono saat digiring petugas menuju mobil tahanan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Sabtu (14/3/2026). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Advertisement
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Sadmoko Danardono digiring petugas menuju mobil tahanan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta pada Sabtu 14 Maret 2026. Keduanya resmi ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan dan penerimaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap Jawa Tengah.
Komisi Pemberantasan Korupsi menahan dua pejabat daerah tersebut setelah melakukan serangkaian pemeriksaan. Selain melakukan penahanan penyidik juga menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen elektronik serta uang tunai senilai Rp 610 juta yang diduga berkaitan dengan perkara yang tengah diselidiki.
Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan KPK pada Jumat 13 Maret 2026 di wilayah Kabupaten Cilacap. Dalam operasi tersebut tim penindakan mengamankan Syamsul Auliya Rachman bersama Sadmoko Danardono.
Advertisement
Berdasarkan hasil konstruksi perkara yang disampaikan oleh Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu Syamsul Auliya Rachman selaku Bupati Cilacap diduga memerintahkan Sadmoko Danardono sebagai Sekretaris Daerah untuk mengumpulkan sejumlah uang. Dana tersebut disebut akan digunakan untuk kebutuhan pemberian Tunjangan Hari Raya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah bagi kepentingan pribadi serta pihak eksternal.
Advertisement
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Sekda Cilacap Sadmoko Danardono saat digiring petugas menuju mobil tahanan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Sabtu (14/3/2026). Liputan6.com/Helmi Fithriansyah
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman saat digiring petugas menuju mobil tahanan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Sabtu (14/3/2026). Liputan6.com/Helmi Fithriansyah
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Sekda Cilacap Sadmoko Danardono saat digiring petugas menuju mobil tahanan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Sabtu (14/3/2026). Liputan6.com/Helmi Fithriansyah
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Sekda Cilacap Sadmoko Danardono saat digiring petugas menuju mobil tahanan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Sabtu (14/3/2026). Liputan6.com/Helmi Fithriansyah
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Sekda Cilacap Sadmoko Danardono saat digiring petugas menuju mobil tahanan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Sabtu (14/3/2026). Liputan6.com/Helmi Fithriansyah
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman saat digiring petugas menuju mobil tahanan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Sabtu (14/3/2026). Liputan6.com/Helmi Fithriansyah
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman saat digiring petugas menuju mobil tahanan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Sabtu (14/3/2026). Liputan6.com/Helmi Fithriansyah
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Sekda Cilacap Sadmoko Danardono saat digiring petugas menuju mobil tahanan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Sabtu (14/3/2026). Liputan6.com/Helmi Fithriansyah
Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.
KPK) Firli Bahuri membeberkan kronologi OTT)terhadap Pj Bupati Sorong Yen Piet Mosso dan Kepala Perwakilan BPK Provinsi Papua Barat Patrice Lumumba Sihombing.
Dalam penggeledahan, penyidik KPK menemukan sejumlah alat bukti yang diduga kuat penanganan perkara suap yang turut melibatkan Pj Bupati Sorong Yan Piet Mosso..
Dalam penggeledahan, penyidik KPK menemukan sejumlah alat bukti yang diduga kuat penanganan perkara suap yang turut melibatkan Pj Bupati Sorong Yan Piet Mosso..
Calon Bupati Petahana Karna Suswandi diduga melakukan tindak pidana korupsi pengelolaan dana PEN serta pengadaan barang dan jasa di Pemkab Situbondo 2021-2024.