FOTO: Bantuan Pemerintah Disiapkan untuk Korban Banjir Bencana Sumatera
Pemerintah menyiapkan berbagai bentuk bantuan bagi korban banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera guna membantu pemulihan kehidupan warga terdampak bencana
Dua warga desa membersihkan rumah mereka yang rusak akibat banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (27/12/2025). Aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya awal pemulihan pascabencana yang melanda wilayah tersebut dan sekitarnya.
Pemerintah memastikan korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera akan mendapatkan bantuan minimal Rp8 juta per kepala keluarga. Bantuan ini ditujukan untuk membantu kebutuhan dasar dan mendukung proses pemulihan ekonomi warga terdampak.
Dari total bantuan Rp8 juta tersebut, pemerintah merinci alokasi sebesar Rp3 juta untuk isian rumah, seperti perabot dan kebutuhan rumah tangga yang rusak atau hilang akibat bencana. Sementara Rp5 juta lainnya diperuntukkan bagi pemulihan ekonomi agar warga dapat kembali menjalankan aktivitas usaha atau mata pencaharian mereka.Bantuan pemulihan ekonomi senilai Rp5 juta itu diberikan di luar bantuan lain yang telah disiapkan pemerintah.
Korban bencana juga akan menerima bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan serta uang lauk pauk berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp450 ribu per bulan. Selain itu, pemerintah menyiapkan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap, serta uang tunggu hunian sebesar Rp600 ribu.
Selain bantuan tersebut, pemerintah juga menyalurkan santunan bagi korban terdampak langsung. Santunan bagi korban meninggal dunia ditetapkan sebesar Rp15 juta, sedangkan korban luka berat akan menerima bantuan sebesar Rp5 juta.
Seluruh bantuan tersebut akan disalurkan langsung oleh Kementerian Sosial berdasarkan hasil asesmen pemerintah daerah setempat. Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat berjalan tepat sasaran dan mendukung percepatan pemulihan sosial serta ekonomi masyarakat di wilayah terdampak bencana.