Fokus Penanganan Sampah dan Banjir Banjarmasin 2027 Ditetapkan dalam Musrenbang
Pemerintah Kota Banjarmasin menetapkan penanganan sampah dan banjir sebagai prioritas utama dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027, melalui forum strategis Musrenbang.
Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengukuhkan komitmennya terhadap lingkungan dengan menetapkan fokus penanganan sampah dan banjir pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027. Keputusan ini diambil dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kota Banjarmasin yang strategis.
Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda menegaskan, masalah sampah dan banjir menjadi perhatian serius di daerah tersebut. Meskipun berbagai program telah berjalan, upaya penanganan kedua isu ini akan dimaksimalkan pada program pembangunan tahun 2027.
Musrenbang RKPD ini menjadi wadah penting untuk menghimpun dan menyelaraskan berbagai aspirasi masyarakat. Tujuannya adalah merumuskan dokumen perencanaan pembangunan yang inklusif, terintegrasi, dan berkelanjutan bagi kemajuan kota.
Prioritas Utama Pembangunan Kota Banjarmasin
Wakil Wali Kota Ananda menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bappeda Litbang yang telah memprakarsai kegiatan Musrenbang ini. Menurutnya, forum ini krusial dalam memberikan pemahaman tentang proses perencanaan program dan kegiatan untuk mencapai target SKPD.
Ananda menegaskan bahwa dokumen yang dihasilkan dari Musrenbang bukan sekadar formalitas, melainkan wujud komitmen bersama. Ini adalah langkah nyata untuk menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk berpartisipasi aktif dalam pembahasan isu strategis. Penguatan sinergi lintas sektor sangat diperlukan dalam penyusunan program pembangunan yang efektif dan tepat sasaran.
Komitmen Lingkungan dan Normalisasi Sungai
Selain fokus pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pelayanan publik, Pemerintah Kota Banjarmasin juga memberikan perhatian serius terhadap persoalan lingkungan. Pengelolaan sampah, penanggulangan banjir, dan normalisasi sungai menjadi agenda utama yang akan terus digenjot.
Sebagai Kota Seribu Sungai, Ananda menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan secara optimal. Ini mencakup penguatan sistem persampahan, peningkatan kesadaran masyarakat, hingga optimalisasi sarana dan prasarana yang ada.
“Sebagai Kota Seribu Sungai, kita harus memastikan pengelolaan lingkungan dilakukan secara optimal, mulai dari penguatan sistem persampahan, peningkatan kesadaran masyarakat, hingga optimalisasi sarana dan prasarana. Penanggulangan banjir dan normalisasi sungai juga akan terus dilakukan secara terpadu,” tegasnya.
Diharapkan, Musrenbang RKPD Tahun 2027 ini mampu menuntaskan berbagai persoalan pembangunan yang belum terselesaikan. Selain itu, percepatan pencapaian visi dan misi kepemimpinan daerah juga menjadi target utama.
Strategi Percepatan Penanganan Sampah
Ananda secara khusus menyoroti upaya percepatan dalam pengelolaan sampah di Banjarmasin. Dengan adanya perubahan struktur organisasi di Pemerintah Kota Banjarmasin, ia optimis bahwa kinerja akan semakin meningkat.
“Pengelolaan sampah akan kita genjot semaksimal mungkin. Dengan adanya perubahan struktur organisasi di Pemerintah Kota Banjarmasin, kita akan berlari lebih cepat dari sebelumnya. Kalau dulu gigi tiga, sekarang kita gigi lima, gaspol,” ucap Ananda.
Pernyataan ini menunjukkan komitmen kuat Pemkot Banjarmasin untuk bergerak lebih cepat dan efisien. Perubahan struktur organisasi diharapkan dapat mendukung percepatan program penanganan sampah secara signifikan.
Pedoman Perencanaan dan Program Strategis
Kepala Bappeda Litbang Kota Banjarmasin Ahmad Syauqi menjelaskan bahwa penyusunan RKPD Tahun 2027 tetap berpedoman pada dokumen perencanaan nasional dan provinsi. Ini termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi.
Pemerintah Kota Banjarmasin juga berkomitmen untuk mendukung program strategis nasional. Program-program tersebut meliputi penanganan kemiskinan ekstrem, pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan pendidikan dan kesehatan untuk semua, termasuk program pemberian makanan bergizi gratis.
Selain itu, Pemerintah Kota Banjarmasin menargetkan pencapaian Standar Pelayanan Minimum (SPM) serta pelaksanaan program prioritas daerah. Sebanyak 22 program prioritas kepala daerah akan menjadi fokus utama dalam pembangunan.
Program prioritas tahun 2027 secara spesifik meliputi percepatan penanganan sampah, penanggulangan banjir melalui normalisasi sungai, serta berbagai program pelayanan publik. Semua ini menjadi fokus pembangunan Kota Banjarmasin untuk kesejahteraan masyarakat.
Sumber: AntaraNews