FKep Unhas Edukasi Remaja Selayar dalam Program Pencegahan HIV
Fakultas Keperawatan Unhas menginisiasi Program Gesit di SMAN 8 Selayar, edukasi komprehensif untuk remaja dalam upaya Pencegahan HIV, meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku berisiko.
Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin (FKep Unhas) sukses menggelar Program Gerakan Edukasi Bebas HIV Terpadu (Gesit) di SMAN 8 Selayar, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Sabtu, 13 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para remaja dengan pengetahuan dan pemahaman mendalam mengenai pencegahan penularan HIV. Program tersebut melibatkan sekitar 70 siswa dan siswi, menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta.
Ketua Tim PPMU-PK-M FKep Unhas, Aulia Insani Latif, menekankan pentingnya edukasi sejak usia dini sebagai strategi paling efektif dalam mencegah penularan HIV di masa depan. Remaja dianggap sebagai kelompok usia yang rentan dan membutuhkan informasi kesehatan yang akurat untuk membentuk perilaku positif. Melalui edukasi yang tepat, mereka diharapkan mampu memahami risiko serta menghindari tindakan berisiko.
Program ini tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan fisik, tetapi juga mengintegrasikan pendekatan psikologis melalui sesi supporting group. Dosen psikologi Fakultas Kedokteran Unhas, Rizky Amalia Jamil S Psi, memandu sesi ini untuk memperkuat kepercayaan diri remaja, kemampuan pengambilan keputusan, dan ketahanan diri terhadap pengaruh negatif yang dapat meningkatkan risiko terpapar HIV.
Pentingnya Edukasi Pencegahan HIV Remaja
Edukasi pencegahan HIV bagi remaja merupakan langkah krusial mengingat fase pencarian jati diri yang mereka alami. Aulia Insani Latif menyatakan, "Remaja merupakan kelompok usia yang sedang berada pada fase pencarian jati diri dan sangat membutuhkan informasi kesehatan yang benar." Informasi yang akurat dan komprehensif dapat membimbing mereka dalam membuat keputusan yang bertanggung jawab terkait kesehatan reproduksi dan gaya hidup.
Program Gesit dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang HIV, mulai dari cara penularan hingga langkah-langkah pencegahan yang efektif. Dengan demikian, para remaja dapat menjadi agen perubahan yang positif di lingkungan sekitarnya. Mereka diharapkan tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga menyebarkan informasi yang benar kepada teman sebaya dan keluarga.
Pendekatan edukasi yang komprehensif ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, mengubah sikap, dan membentuk perilaku positif pada remaja. Hal ini sejalan dengan upaya nasional dalam menekan angka penularan HIV, khususnya di kalangan generasi muda. Keterlibatan aktif dari institusi pendidikan tinggi seperti Unhas sangat vital dalam mencapai tujuan ini.
Pendekatan Komprehensif dalam Program Gesit
Rangkaian kegiatan Program Gesit diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai HIV. Ini memastikan bahwa materi yang disampaikan relevan dan sesuai dengan kebutuhan para siswa. Setelah itu, siswa mendapatkan materi edukasi mendalam tentang HIV, termasuk cara penularan, langkah-langkah pencegahan, serta pentingnya menghilangkan stigma terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).
Selain edukasi kesehatan, program ini juga menghadirkan sesi supporting group yang dipandu oleh Rizky Amalia Jamil S Psi. Sesi ini berfokus pada penguatan psikologis remaja, membantu mereka membangun kepercayaan diri, kemampuan mengambil keputusan, dan ketahanan diri. Pendekatan holistik ini penting untuk membentengi remaja dari berbagai pengaruh negatif yang dapat meningkatkan risiko terpapar HIV.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan kuis edukatif yang dirancang untuk memperdalam pemahaman peserta. Diskusi ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya dan berbagi pandangan, sementara kuis menjadi alat evaluasi yang menyenangkan. Di akhir sesi, post-test dilakukan untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian program.
Antusiasme dan Dampak Positif di SMAN 8 Selayar
Antusiasme peserta selama kegiatan edukasi pencegahan HIV ini sangat tinggi, diikuti oleh sekitar 70 siswa dan siswi SMAN 8 Selayar. Wakil Kepala Sekolah SMAN 8 Selayar, Nur Hayani MPd, menyampaikan bahwa edukasi kesehatan yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan siswa di era saat ini. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada tim FKep Unhas atas inisiatif ini.
Partisipasi aktif dari siswa menunjukkan bahwa topik pencegahan HIV sangat penting dan dibutuhkan oleh remaja. Program ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga memberdayakan mereka untuk membuat pilihan yang lebih baik. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan disebarkan kepada komunitas yang lebih luas.
Keberhasilan Program Gesit di SMAN 8 Selayar menjadi contoh kolaborasi efektif antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah dalam upaya kesehatan masyarakat. Inisiatif semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak remaja di berbagai daerah. Dengan demikian, upaya Pencegahan HIV dapat diperkuat secara berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Sumber: AntaraNews